Teknologi

1,3 Juta Android TV Box Kena Botnet, Google Blokir Perusahaan China

1,3 Juta Android TV Box Kena Botnet, Google Blokir Perusahaan China
Jakarta

Google memutus seluruh kerja sama dengan produsen perangkat keras asal Shenzhen, China, Videostrong Technology. Langkah ini diambil setelah Videostrong terbukti sengaja menanamkan backdoor bernama XCPE pada firmware di lebih dari 1,3 juta perangkat Android TV box dan perangkat IoT di seluruh dunia.

Kasus ini menjadi sorotan tajam industri teknologi karena menunjukkan tingginya risiko supply chain attack, di mana ancaman siber justru berasal langsung dari pabrikan resmi perangkat.

Penyelidikan yang dilakukan Google Threat Intelligence Group bersama lembaga riset siber Synthient menemukan setidaknya 182 model perangkat yang terinfeksi backdoor tersebut. Selain set-top box populer seperti Mecool KTI dan perangkat TV box white-label, malware ini juga ditemukan pada mesin karaoke, papan iklan digital, hingga perangkat kesehatan digital.

Untuk meloloskan malware dari proses pengujian sertifikasi Google, Videostrong menggunakan teknik penyamaran kode yang sangat rapi. Malware ini dirancang untuk tetap tertidur selama proses evaluasi dan baru aktif secara otomatis setelah pengguna pertama kali menyalakan perangkat.

Setelah aktif, malware akan mematikan fitur keamanan Google Play Protect dan mengambil alih hak akses sistem setara dengan sistem operasi. Dari sana, perangkat korbannya dimasukkan ke dalam jaringan botnet global untuk menjalankan berbagai aksi kejahatan siber, seperti penipuan iklan, pencurian data pribadi, perekaman tombol ketik, pengambilan tangkapan layar secara langsung, hingga menjadikan perangkat sebagai node proxy ilegal.

Raup Keuntungan dari Sindikat Kejahatan Siber

Hasil analisis menunjukkan bahwa Videostrong tidak hanya menjalankan botnet untuk kepentingan sendiri, melainkan juga menyewakan akses backdoor tersebut kepada sindikat kejahatan siber internasional demi mengeruk keuntungan finansial.

Para peretas pihak ketiga dapat menyuntikkan berbagai modul malware tambahan ke dalam perangkat korban. Dalam beberapa kasus, satu perangkat Android TV box terbukti menjalankan hingga tiga layanan proxy perumahan ilegal sekaligus tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Laporan dari TrendMicro bahkan mencatat jumlah perangkat terinfeksi bisa menyentuh angka 1,47 juta unit yang tersebar di lebih dari 170 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Jerman, Brasil, Malaysia, hingga Taiwan.

Pemblokiran Total

Guna melumpuhkan jaringan botnet XCPE, Google bekerja sama dengan kepolisian internasional dan sejumlah perusahaan keamanan siber seperti Kepolisian Nasional Jepang (NPA), Lumen, HUMAN Security, Plume, Synthient, hingga TrendAI untuk menyita dan menutup domain command-and-control (C2) milik peretas.

Sebagai sanksi balasan, Google melarang total Videostrong beserta seluruh anak perusahaannya untuk membuat perangkat bersertifikasi Android di masa depan maupun menyuplai perangkat lunak ke vendor Android lainnya. Google juga mengumumkan pemutakhiran pada sistem pengujian sertifikasi Android guna memastikan integritas firmware perangkat IoT dan TV box dari potensi manipulasi pabrikan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi konsumen dan pelaku industri akan pentingnya memeriksa rekam jejak produsen perangkat keras sebelum menghubungkan perangkat pintar ke jaringan internet rumah maupun kantor, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (6/11/2026).