Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) alias PGE menyatakan sedang mengevaluasi peluang untuk mengikuti lelang 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dibuka Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Emiten panas bumi pelat merah itu akan mempertimbangkan kesesuaian wilayah kerja dengan strategi pertumbuhan dan potensi keekonomian sebelum memutuskan untuk berpartisipasi.
Direktur Eksplorasi PGE Edwil Suzandi mengatakan perseroan terbuka terhadap setiap peluang pengembangan bisnis panas bumi, termasuk melalui lelang wilayah kerja yang ditawarkan pemerintah.
Edwil menjelaskan, PGE memiliki strategi pengembangan bisnis atau business development yang mempertimbangkan dua aspek utama, yakni acceptability dan accessibility.
Dari sisi accessibility, PGE menilai tidak terdapat kendala berarti karena perseroan telah beroperasi di Indonesia dan memahami regulasi yang berlaku. Namun, aspek yang menjadi pertimbangan utama adalah kesesuaian wilayah kerja dengan strategi pertumbuhan perusahaan.
"Jadi yang pertama kita lihat dari sisi resource-nya, yang kedua kita lihat dari sisi wilayah kerjanya. Jadi apabila itu sesuai dengan strategi yang ada, kita akan ikut," ujar Edwil dalam media briefing di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).
Terkait wilayah kerja mana saja yang menjadi incaran, Edwil menyebut tim PGE saat ini masih melakukan evaluasi. Oleh karena itu, perseroan belum dapat mengungkapkan wilayah yang menjadi target partisipasi dalam lelang tersebut.
Meski demikian, Edwil menyampaikan bahwa PGE memiliki pengalaman mengikuti lelang WKP Way Ratai, Lampung, dan berhasil memenangkannya.
Lebih lanjut, Edwil menjelaskan bahwa strategi pertumbuhan PGE dilakukan melalui dua jalur, yakni pertumbuhan organik dan anorganik.
Pertumbuhan organik dilakukan melalui optimalisasi aset panas bumi yang telah dimiliki entitas usaha Pertamina itu. Sementara itu, pertumbuhan anorganik dilakukan melalui penambahan aset baru, baik melalui partisipasi dalam proses lelang maupun aksi korporasi seperti merger dan akuisisi.
Menurut Edwil, peluang pengembangan bisnis tersebut tidak terbatas pada wilayah kerja di dalam negeri maupun di luar negeri. Selama memenuhi pertimbangan keekonomian dan memiliki potensi sumber daya panas bumi yang memadai, PGE akan mempertimbangkan untuk masuk ke wilayah tersebut.
"Selama menemui tingkat kebutuhan dari sisi keekonomian, dari sisi resource, pasti PGE akan melihat dan PGE interest untuk masuk ke sana," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM membuka lelang 14 lokasi wilayah kerja panas bumi dengan total target kapasitas mencapai 732 Mega Watt (MW). Hal itu untuk mengejar target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan potensi panas bumi yang melimpah dalam negeri.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebutkan lelang itu sejalan dengan perintah Menteri ESDM untuk menyederhanakan proses perizinan di sektor panas bumi.
Dia menegaskan bahwa perbaikan regulasi diperlukan agar minat investasi di sektor ini terus meningkat dan memberikan margin yang kompetitif bagi pengembang.
"Ini arahan Pak Menteri untuk mempersingkat regulasi izin panas bumi dan kita membuka lelang, membuka lelang sebanyak 14 lokasi. Ini arahan Pak Menteri yang kemarin disampaikan di Geothermal Summit. Dibuka lelang untuk semuanya. Target 732 MW," jelasnya dalam acara The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026, di Jiexpo, Rabu (2/9/2026).
[Gambas:Video CNBC]