Hiburan

7 Lagu yang Awalnya Ditolak Sebelum Menjadi Hits, Justru Meledak di Tangan Penyanyi Lain

7 Lagu yang Awalnya Ditolak Sebelum Menjadi Hits, Justru Meledak di Tangan Penyanyi Lain

Liputan6.com, Jakarta - Di balik - yang akrab di telinga, ternyata ada cerita menarik tentang perjalanan sebelum sebuah karya akhirnya dikenal luas. Beberapa bahkan sempat ditawarkan kepada lain, tetapi tidak jadi direkam karena berbagai alasan. Ada yang merasa lagunya kurang cocok dengan karakter musik, ada pula yang terkendala keputusan pihak manajemen.

Menariknya, lagu-lagu yang sempat ditolak tersebut justru menemukan rumah baru dan sukses besar di tangan penyanyi lain. Mulai dari "Umbrella" milik Rihanna hingga "Happy" yang dipopulerkan Pharrell Williams, masing-masing punya kisah tersendiri sebelum akhirnya mendunia. Keputusan untuk melewatkan sebuah lagu pun terkadang menjadi awal dari kesuksesan besar bagi penyanyi lain.

Di balik kesuksesan itu, tersimpan cerita tentang pilihan, kesempatan, dan keberuntungan dalam industri musik. Siapa sangka, sejumlah lagu yang kini menjadi hits ternyata pernah ditolak oleh penyanyi yang pertama kali ditawari? Berikut tujuh lagu populer yang sempat ditolak sebelum akhirnya sukses besar, dirangkum Liputan6.com, Minggu (8/11/2026).

1. Umbrella – Rihanna

Melansir GRAMMY.com, lagu "Umbrella" yang dipopulerkan Rihanna pada 2007 awalnya dibuat oleh produser Tricky Stewart bersama The-Dream dengan membayangkan Britney Spears sebagai penyanyinya. Namun, tim Britney menolak lagu tersebut bahkan sebelum sang penyanyi sempat mendengarkannya.

Setelah itu, lagu tersebut ditawarkan kepada Mary J. Blige. Tim Mary bahkan sempat mengajukan penawaran untuk mendapatkan lagu tersebut. Namun, jadwalnya yang berbenturan dengan kegiatan Grammy Awards membuat Mary tidak sempat mendengarkan lagu itu. Kesepakatan pun belum dapat diselesaikan karena persetujuannya masih diperlukan. Kesempatan tersebut akhirnya terbuka bagi Rihanna, yang tertarik menjadikan "Umbrella" sebagai singel andalannya.

Keputusan Rihanna terbukti tepat. "Umbrella" mendominasi tangga lagu di berbagai negara dan menjadi salah satu hit terbesar pada 2007. Lagu tersebut bertahan di posisi pertama Billboard Hot 100 selama tujuh pekan berturut-turut. Pada Grammy Awards 2008, "Umbrella" juga memenangkan kategori Best Rap/Sung Collaboration bersama Jay-Z serta masuk nominasi Record of the Year.

Melansir NME, lagu "...Baby One More Time" yang menjadi singel debut Britney Spears awalnya ditawarkan kepada grup R&B TLC. Lagu ciptaan Max Martin tersebut tidak dibuat khusus untuk Britney, melainkan sempat ditawarkan kepada grup musik lain sebelum akhirnya sampai ke tangannya.

TLC akhirnya memutuskan untuk tidak merekam lagu tersebut. T-Boz, salah satu anggota grup, pernah menjelaskan bahwa ia menyukai lagunya, tetapi merasa lirik "Hit me baby one more time" tidak sesuai dengan karakter dan citra musik TLC. Setelah tawaran tersebut tidak berlanjut, lagu itu kemudian diberikan kepada Britney Spears.

Britney merilis "...Baby One More Time" sebagai singel debutnya pada 1998. Lagu tersebut langsung meraih kesuksesan besar dan menduduki posisi pertama tangga lagu di Amerika Serikat serta Inggris. Popularitasnya turut mengukuhkan Britney sebagai salah satu bintang pop besar pada akhir 1990-an.

3. Telephone – Lady Gaga ft. Beyoncé

Melansir Screen Rant, lagu "Telephone" awalnya ditulis Lady Gaga untuk Britney Spears agar dimasukkan ke dalam album Circus. Saat itu, Gaga masih dikenal sebagai penulis lagu yang menciptakan materi untuk sejumlah penyanyi pop. Britney bahkan sempat merekam lagu tersebut dan berencana memasukkannya ke dalam album.

Namun, rencana itu tidak berlanjut karena pihak manajemen Britney menilai album Circus sudah memiliki lagu lain dengan tema telepon sehingga keberadaan "Telephone" dianggap berlebihan. Setelah lagu tersebut ditolak, Gaga memutuskan untuk menyimpannya dan tidak menawarkannya kepada penyanyi lain. Ia juga sempat berupaya agar Britney tetap bisa tampil sebagai kolaborator, tetapi negosiasi dengan pihak manajemen tidak membuahkan hasil.

Gaga akhirnya memasukkan "Telephone" ke dalam album The Fame Monster, yang dirilis pada 2009 sebagai edisi ulang album debutnya, The Fame. Lagu tersebut kemudian direkam sebagai duet bersama Beyoncé dan mendapat sambutan positif dari kritikus musik. Kolaborasi keduanya pun menjadi salah satu karya populer dalam perjalanan karier Lady Gaga.

4. Happy – Pharrell Williams

Melansir GRAMMY.com, lagu "Happy" awalnya ditulis Pharrell Williams pada 2012 untuk CeeLo Green. Pharrell merasa lagu bernuansa ceria tersebut cocok dengan karakter vokal CeeLo yang soulful. CeeLo kemudian merekam versinya dan hasilnya disebut sangat bagus.

Namun, pihak label CeeLo memutuskan untuk tidak merilis rekaman tersebut karena ingin memprioritaskan proyek album bertema liburan. Lagu itu akhirnya kembali kepada Pharrell, yang kemudian memutuskan untuk merekamnya sendiri.

"Happy" dirilis pada 2013 sebagai bagian dari soundtrack film Despicable Me 2 dan menjadi fenomena musik internasional pada 2014. Lagu ini bertahan selama sepuluh pekan di posisi pertama Billboard Hot 100. Pada Grammy Awards 2015, Pharrell memenangkan penghargaan Best Pop Solo Performance melalui lagu tersebut, sementara video musiknya meraih Best Music Video.

5. Rock Your Body – Justin Timberlake

Melansir Los Angeles Times, lagu "Rock Your Body" awalnya dibuat oleh duo produser The Neptunes dengan harapan dapat masuk ke album Invincible milik Michael Jackson. Namun, Jackson tidak mengambil lagu tersebut sehingga The Neptunes kemudian menawarkan materi itu kepada penyanyi lain.

The Neptunes lalu membawa lagu tersebut kepada Justin Timberlake. Timberlake merekam "Rock Your Body" untuk album debut solonya, Justified, yang dirilis pada 2002.

Keputusan tersebut membawa hasil besar. "Rock Your Body" berhasil mencapai posisi kelima tangga lagu Billboard Hot 100 pada 2003 dan menjadi salah satu lagu populer dalam perjalanan karier solo Timberlake.

6. Toxic – Britney Spears

Melansir MusicRadar, lagu "Toxic" yang dipopulerkan Britney Spears pada 2004 ternyata sempat ditawarkan kepada Kylie Minogue. Lagu ciptaan Cathy Dennis, Christian Karlsson, Pontus Winnberg, dan Henrik Jonback tersebut kabarnya juga sempat ditulis dengan mempertimbangkan Janet Jackson sebagai penyanyinya sebelum akhirnya ditawarkan kepada Kylie.

Kylie mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendengarkan cuplikan lagu tersebut di kantor perusahaan rekaman, tetapi memutuskan untuk tidak mengambilnya. Ia kemudian menganggap "Toxic" sebagai lagu yang memang cocok dibawakan Britney Spears dan tidak merasa kecewa ketika lagu tersebut sukses di tangan penyanyi itu.

Britney akhirnya merekam "Toxic" untuk album In the Zone yang dirilis pada 2003. Lagu tersebut diluncurkan sebagai singel pada Januari 2004 dan meraih kesuksesan besar. Bahkan, "Toxic" mengantarkan Britney mendapatkan penghargaan Grammy pertamanya pada 2005 dalam kategori Best Dance Recording.

7. What's Love Got to Do with It – Tina Turner

Melansir GRAMMY.com, lagu "What's Love Got to Do with It" awalnya tidak diciptakan khusus untuk Tina Turner. Sebelum sampai ke tangan Tina, lagu ciptaan Terry Britten dan Graham Lyle tersebut sempat ditawarkan kepada sejumlah penyanyi, termasuk Phyllis Hyman dan Cliff Richard, serta grup pop asal Inggris, Bucks Fizz.

Bucks Fizz bahkan sempat merekam versi demo sebelum akhirnya tidak melanjutkan lagu tersebut. Tina Turner sendiri awalnya juga tidak tertarik untuk menyanyikannya. Namun, manajernya, Roger Davies, berhasil meyakinkan Tina untuk merekam demo lagu tersebut. Berkat karakter vokalnya yang kuat dan penuh emosi, lagu itu akhirnya terdengar sangat khas ketika dibawakan olehnya.

Dirilis pada 1984 sebagai bagian dari album Private Dancer, "What's Love Got to Do with It" berhasil menduduki posisi pertama Billboard Hot 100. Lagu tersebut menjadi satu-satunya singel Tina Turner yang mencapai puncak tangga lagu tersebut. Pada Grammy Awards 1985, lagu ini memenangkan dua penghargaan, yakni Record of the Year dan Best Pop Vocal Performance, Female.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lagu yang Awalnya Ditolak Sebelum Menjadi Hits

1. Lagu apa saja yang sempat ditolak oleh penyanyi sebelum menjadi hits?

Beberapa di antaranya adalah "Umbrella" yang awalnya ditawarkan kepada Britney Spears, "...Baby One More Time" yang sempat ditawarkan kepada TLC, serta "Telephone" yang awalnya ditulis untuk Britney Spears sebelum dipopulerkan Lady Gaga bersama Beyoncé.

2. Mengapa lagu-lagu tersebut sempat ditolak oleh penyanyi lain?

Alasannya beragam. Ada lagu yang dianggap kurang sesuai dengan karakter musik penyanyi, seperti "...Baby One More Time" yang dinilai tidak cocok dengan citra TLC. Ada pula "Telephone" yang tidak jadi masuk album Britney karena manajemennya merasa sudah memiliki lagu bertema telepon.

3. Apakah lagu yang ditolak penyanyi lain bisa sukses ketika dibawakan penyanyi berbeda?

Tentu saja. "Umbrella" menjadi salah satu hit terbesar Rihanna, "Toxic" mengantarkan Britney Spears meraih Grammy pertamanya, sedangkan "Happy" membawa Pharrell Williams meraih penghargaan Grammy. Kisah tersebut menunjukkan bahwa sebuah lagu bisa menemukan kesuksesannya melalui penyanyi yang tepat.