JAKARTA -- Pemerintah akan mengandalkan belanja program prioritas, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), untuk menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026. Strategi ini ditempuh agar pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur target 5,4 persen secara kumulatif sepanjang tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan melanjutkan stimulus untuk menjaga konsumsi masyarakat sekaligus mendorong belanja pemerintah pada kuartal terakhir tahun ini.
“Pertama terus kita melanjutkan mempertahankan konsumsi dengan tadi stimulus yang didorong nilainya sekitar Rp31 triliun dan ini diharapkan daya beli masyarakat bisa kita tetap jaga,” kata Airlangga dalam taklimat media pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Selain stimulus konsumsi, pemerintah akan mempertahankan belanja untuk program prioritas, termasuk MBG dan KDKMP. Airlangga berharap kedua program tersebut tetap memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi nasional.
“Kemudian yang kedua terkait dengan belanja pemerintah juga terus kita dorong terutama yang terkait dengan MBG dan KDKMP ini juga akan terus dilanjutkan sehingga dibandingkan tahun lalu mungkin ini kita tetap bisa menjadi pendorong untuk pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Airlangga mengatakan, pemerintah juga akan mengandalkan investasi dan ekspor untuk menjaga momentum pertumbuhan. Pemerintah tengah menyisir regulasi yang dinilai menghambat kegiatan ekspor serta menyiapkan kebijakan kemudahan impor untuk kebutuhan produksi berorientasi ekspor.
Strategi tersebut disiapkan setelah ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan 5,47 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III 2026. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Januari-September mencapai 5,45 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh 8,95 persen pada kuartal III 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 5,66 persen, meskipun melambat dari kuartal II 2026 yang mencapai 15,97 persen.