Teknologi

Aktivis Geruduk Pusat Data Microsoft, Minta Konstruksi Dihentikan

Aktivis Geruduk Pusat Data Microsoft, Minta Konstruksi Dihentikan
Jakarta

Kelompok aktivis berunjuk rasa dengan menerobos masuk ke lokasi konstruksi pusat data baru Microsoft di Amsterdam, Belanda pada Jumat (6/11). Beberapa aktivis terlihat memanjat derek dan menyalakan suar, sementara lainnya bentrok dengan polisi.

Nathan Timmer dari kelompok aktivis Geef Tegengas, sebuah frasa yang berarti "Lawan Balik", mengatakan kepada stasiun televisi lokal AT5 bahwa para pengunjuk rasa menduduki lokasi tersebut sebagai upaya untuk menghentikan pembangunan pusat data.

"Kami tidak ingin (pusat data) itu dibangun. Tidak ada yang membutuhkannya," kata Timmer, seperti dikutip dari ABC News, Minggu (8/11/2026).

"Satu-satunya kegunaan hal ini adalah untuk AI slop. Perang AI, pengawasan data, dan melakukan genosida. Kami tidak menginginkan itu," sambungnya.

Pengunjuk rasa pro-Palestina juga terlihat bergabung dalam demonstrasi di ibu kota Belanda. Menjelang sore, polisi terlihat mengawal para aktivis untuk keluar dari lokasi konstruksi, namun beberapa masih tetap bertahan.

Microsoft mengatakan pihaknya mengetahui demonstrasi yang terjadi di Amsterdam dan menghormati hak mereka untuk mengekspresikan pandangannya secara damai.

"Kami tidak membenarkan tindakan apa pun yang melanggar hukum atau yang membahayakan keselamatan orang lain" kata juru bicara Microsoft.

Penolakan terhadap pusat data baru di Amsterdam muncul lebih dari setahun setelah kota tersebut melarang pembangunan pusat data baru hingga 2030, setelah penghentian sementara yang diumumkan pada tahun 2023.

Proyek pembangunan pusat data Microsoft tetap dilanjutkan karena sudah direncanakan sejak tahun 2016, jauh sebelum larangan tersebut diberlakukan.

Kampanye anti-pusat data akan digelar di sejumlah negara Eropa pada hari Jumat dan Sabtu ini. Para aktivis menuntut moratorium pembangunan pusat data baru dalam skala besar untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan yang berhubungan dengan infrastruktur tersebut.

Puluhan kelompok masyarakat sipil dan akar rumput telah menyatakan akan bergabung dalam acara "Stop Dirty Data Centers" pada Jumat dan Sabtu di 15 negara Eropa, termasuk Irlandia, Polandia, Denmark, Finlandia, Spanyol, Italia, Belanda, Prancis, dan Inggris.

Di Jerman, belasan demonstran berkumpul di depan sebuah pusat data di pinggiran Berlin pada hari Jumat. Sekitar 100 orang juga memprotes pusat data di depan gedung parlemen Polandia pada haru yang sama.