Buleleng, Bali (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Buleleng Nyoman Dhukajaya menilai pembangunan sumber daya manusia harus menjadi sasaran utama pembangunan daerah untuk mewujudkan generasi yang berkarakter dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.
“Pembangunan Buleleng harus menempatkan manusia sebagai sasaran utama. Kita ingin generasi muda memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang menjadi bekal untuk menjalani kehidupan serta membangun daerah,” katanya di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu.
Dia menjelaskan keberhasilan pembangunan tercermin dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kepedulian sosial, dan kesempatan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan diri.
Pembentukan karakter generasi muda membutuhkan perhatian berkelanjutan karena perubahan sosial dan perkembangan teknologi turut memengaruhi cara anak belajar, berinteraksi, serta memahami nilai kehidupan.
Sekretaris Komisi IV itu menekankan pentingnya kerja sama keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ketiga lingkungan tersebut perlu saling mendukung agar nilai yang dipelajari di sekolah sejalan dengan pengalaman anak di rumah dan lingkungan pergaulan.
Pihaknya menilai pembelajaran perlu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir kritis, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan persoalan melalui pengalaman nyata.
“Sekolah umun, sekolah keagamaan (madrasah/widyalaya) memiliki peran penting, tetapi tanggung jawab pendidikan tidak bisa dibebankan kepada guru saja. Orang tua dan masyarakat harus ikut hadir memberikan pendampingan serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak,” katanya.
Dia mengatakan nilai agama, adat, dan budaya Bali juga dapat menjadi sumber pembentukan karakter apabila dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun sikap saling menghormati, menjaga lingkungan, dan membantu sesama.