Teknologi

Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI

Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI
Jakarta

Henry Cavill punya cara unik untuk membalas dendam atas kontroversi kumis Superman yang pernah menjadi bahan lelucon internet. Aktor asal Inggris itu bekerja sama dengan Google membuat video game berjudul Mustache Protocol menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Game bergaya retro 16-bit ini terinspirasi dari pengalaman Cavill ketika kumisnya harus dihapus menggunakan teknologi CGI dalam film Justice League pada 2017. Hasilnya sempat menjadi bahan olok-olok karena membuat wajah Superman terlihat janggal.

"Orang bilang, tulislah apa yang kamu ketahui. Dan yang saya tahu adalah kumis dan keadilan," ujar Cavill dalam video Google, seperti dikutip dari TweakTown, Sabtu (7/11/2026).

Kontroversi bermula ketika Cavill menjalani syuting Mission: Impossible - Fallout. Dalam film tersebut, ia tampil dengan kumis tebal yang menjadi bagian dari penampilan karakternya.

Masalah muncul saat Cavill harus kembali menjalani pengambilan gambar tambahan untuk Justice League. Karena Superman tidak berkumis, tim produksi harus menghilangkan rambut wajahnya.

Namun, Cavill tidak bisa mencukur kumis tersebut karena masih dibutuhkan untuk Mission: Impossible - Fallout. Akhirnya, Warner Bros menggunakan CGI untuk menghapus kumisnya secara digital.

Sayangnya, hasilnya terlihat kurang alami dan memicu berbagai meme di internet.

Hampir satu dekade kemudian, Cavill menjadikan pengalaman tersebut sebagai inspirasi Mustache Protocol. Dalam game ini, pemain bertugas menghentikan sekelompok seniman CGI nakal yang berencana menghapus seluruh kumis di dunia.

Premis kocak tersebut menjadi sindiran terhadap kontroversi yang pernah dialami pemeran Superman itu.

Henry Cavill Bikin Game Pakai AIHenry Cavill Bikin Game Pakai AI Foto: Google

Bikin Game Pakai AI Google

Cavill membuat Mustache Protocol dengan bantuan laptop Googlebook dan sejumlah teknologi AI.

Salah satunya Google Antigravity, yang memungkinkan pengguna mengubah instruksi bahasa sehari-hari menjadi mekanisme permainan. Pendekatan ini dikenal sebagai vibe coding, yakni membuat perangkat lunak dengan bantuan AI tanpa harus menulis seluruh kode secara manual.

Cavill juga menggunakan Rambler untuk merapikan ide melalui perintah suara, Magic Pointer untuk mengolah elemen visual, serta Continue On untuk melanjutkan pekerjaan antara ponsel Android dan Googlebook.

Proses pembuatan game ini diperlihatkan Google melalui serial video tiga episode yang mulai tayang pada 4 November 2026.

Meski sudah diperkenalkan, Mustache Protocol belum tersedia untuk dimainkan publik. Google belum mengumumkan tanggal peluncurannya.

Menariknya, proyek ini juga mendukung kampanye kesehatan pria bersama organisasi Movember.

Google berkomitmen menyumbangkan USD11 untuk setiap permainan selama periode 11-30 November 2026, dengan total donasi maksimal USD500.000 atau sekitar Rp 9 miliar.

Dana tersebut akan mendukung program kesehatan mental pria, pencegahan bunuh diri, serta kesadaran terhadap kanker prostat dan kanker testis.