Tim gabungan TNI berhasil menemukan dan mengevakuasi Flight Data Recorder (FDR) atau black box serta bagian ekor helikopter MI-17 yang mengalami kecelakaan penerbangan di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/11).
Helikopter itu jatuh saat operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan () di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11).
Mengutip dari siaran pers Puspen TNI, Operasi pencarian black box yang berhasil dilakukan pada Sabtu ini dipimpin Kasi Ops Rem 102/Pjg selaku ketua tim.
Operasi gabungan itu melibatkan penyelam TNI AL, personel Penerbad, Polairud, dan Basarnas.
"Proses pencarian dan pengangkatan dilakukan melalui operasi penyelaman yang diawali dengan persiapan peralatan serta briefing teknis guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan sesuai prosedur," demikian siaran pers Puspen TNI yang diterima Sabtu sore.
Black box itu selanjutnya diserahkan ke tim investigasi, dan diharapkan bisa menguak penyebab kecelakaan helikopter TNI itu.
"Setelah berhasil dievakuasi, FDR selanjutnya diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan helikopter tersebut," demikian pernyataan TNI.
"Temuan ini diharapkan dapat membantu proses investigasi dalam mengungkap penyebab kecelakaan," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Penerangan Kodam XXII Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang menyebut helikopter milik TNI AD itu mengalami kecelakaan saat mengambil air laut ketika melakukan water bombing.
Dodo menjelaskan, sebelum mengalami kecelakaan, helikopter Mi-17V5 tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang. Kemudian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB di Kabupaten Seruya, Kalimantan Tengah.
Setelah diketahui adanya kecelakaan, TNI AD bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan operasi penyelamatan. Evakuasi dilakukan melalui jalur udara dan laut untuk mempercepat penanganan seluruh kru yang berada di dalam helikopter.
ecelakaan itu mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur. Mereka adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.
Sementara, lima kru helikopter yang selamat terdiri atas Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya dan Kapten CPN Suganda. Korban selamat dirawat di rumah sakit.
(kid)