Nasional

BSI membidik perluasan “payroll” syariah di ekosistem BUMN

BSI membidik perluasan “payroll” syariah di ekosistem BUMN
BSI melihat payroll bukan sekadar layanan penerimaan gaji, tetapi juga pintu masuk untuk membangun hubungan finansial jangka panjang dengan nasabah.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyatakan siap menggarap peluang layanan payroll pada ekosistem badan usaha milik negara (BUMN) sebagai salah satu strategi pertumbuhan bisnis dan penghimpunan dana murah.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan dukungan Danantara Indonesia menjadi momentum penting untuk memperluas pilihan layanan perbankan bagi pegawai BUMN.

Menurutnya, kesempatan bagi pegawai untuk memilih bank syariah sebagai mitra pengelolaan keuangan pribadi merupakan langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan syariah di lingkungan BUMN.

Anton menambahkan, BSI melihat payroll bukan sekadar layanan penerimaan gaji, tetapi juga pintu masuk untuk membangun hubungan finansial jangka panjang dengan nasabah.

“Kami mengapresiasi dukungan Danantara Indonesia yang membuka kesempatan lebih luas bagi pegawai BUMN untuk memanfaatkan layanan perbankan syariah. Ini menjadi peluang bagi BSI untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang kompetitif, modern, dan sesuai prinsip syariah," kata Anton.

Hingga September 2026, jumlah payroll BSI tumbuh 18,50 persen (year to date/ytd).

Menurut perseroan, pertumbuhan ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah yang menawarkan kemudahan transaksi, beragam manfaat finansial, serta layanan digital terintegrasi.

Penguatan bisnis payroll juga memberikan kontribusi terhadap kualitas pendanaan perseroan.

Hingga Agustus 2026, dana pihak ketiga (DPK) BSI mencapai Rp389 triliun, dengan komposisi dana murah (current account saving account/CASA) sebesar Rp246 triliun. Dana tabungan tercatat mencapai Rp171 triliun.

Struktur pendanaan ini, catat perseroan, memperkuat likuiditas sekaligus mendukung efisiensi biaya dana.

Dengan basis nasabah yang telah mencapai 24,3 juta hingga Agustus 2026, BSI optimistis pengembangan segmen payroll akan menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Perseroan juga melihat peluang besar dari ekosistem BUMN untuk memperluas pemanfaatan layanan perbankan syariah, memperkuat dana murah, serta meningkatkan kontribusi BSI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

Anton menambahkan, BSI terus mengembangkan payroll sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem bisnis dan meningkatkan aktivitas transaksi nasabah.

Melalui integrasi dengan BYOND by BSI, nasabah tidak hanya memperoleh kemudahan menerima gaji, tetapi juga akses terhadap berbagai solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun perencanaan masa depan.

"Ke depan, kami ingin payroll BSI menjadi bagian dari solusi finansial pegawai, bukan hanya tempat menerima gaji. Kami terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kapabilitas digital, serta mengoptimalkan infrastruktur teknologi informasi agar mampu memberikan pengalaman perbankan yang semakin mudah, aman, dan nyaman," kata Anton.