KARAWANG – Bupati Karawang Aep Syaepuloh memantau progres pematangan dan penurapan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang, Sabtu (7/11/2026). Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai upaya memperkuat penanganan sampah di Kabupaten Karawang.
Bupati Aep mengatakan penataan TPA Jalupang menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Karawang pada 2026. Pemkab Karawang terus melakukan berbagai persiapan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.
“Penataan Jalupang menjadi konsen kami tahun ini karena memang akan difokuskan untuk penanganan sampah. Kami ingin berbagai persiapan dilakukan secara maksimal agar pembangunan PLTSa bisa berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembangunan PLTSa merupakan program yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah yang berperan dalam pembinaan, pengawasan, serta pendampingan kepada pemerintah daerah. Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah yang masuk dalam program tersebut.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Karawang menyiapkan lahan serta melaksanakan pekerjaan penurapan dan pematangan kawasan TPA Jalupang. Pematangan lahan dilakukan pada area seluas 7.700 meter persegi yang merupakan bagian dari lahan yang telah dibebaskan pemerintah daerah.
Selain pematangan lahan, pekerjaan juga mencakup penurapan sepanjang 720 meter. Infrastruktur tersebut dipersiapkan untuk menunjang kawasan TPA Jalupang sebelum memasuki tahapan pembangunan fasilitas PLTSa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang, Asep Suryana, menyampaikan bahwa progres keseluruhan pekerjaan penurapan dan pematangan lahan telah mencapai 88 persen. Adapun progres khusus pekerjaan penurapan saat ini berada di angka 70 persen.
“Secara keseluruhan progresnya sudah mencapai 88 persen, sedangkan penurapan berada di angka 70 persen,” kata dia.
Ia menyebut, seluruh pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Karawang Tahun 2026. Proyek ditargetkan selesai pada Desember 2026, namun pemerintah daerah terus mengupayakan percepatan agar pekerjaan dapat rampung pada November.