Ekonomi

Canva Bakal PHK 1.271 Karyawan

Canva Bakal PHK 1.271 Karyawan

Liputan6.com, Jakarta - , salah satu startup paling terkenal asal Australia, mengumumkan perubahan bisnisnya yang akan memengaruhi 22% pekerjanya, termasuk melalui . Pendiri dan CEO Canva, Melanie Perkins mengatakan 1.271 orang akan kehilangan pekerjaannya atau diminta untuk relokasi hingga mengubah jabatan. Dia juga mengatakan ini adalah momen tersulit dalam sejarah 13 tahun tersebut.

Melansir BBC, Rabu (4/11/2026), perusahaan milik Perkins ini telah melaporkan penurunan nilai akibat kekhawatiran dampak AI di bisnisnya serta biaya yang digelontorkan untuk mengadopsi teknologi tersebut.

"Ini adalah tahun tersulit kami, dan seperti yang kami umumkan sebelumnya, perkembangan kami juga melemah pertama kalinya dalam satu dekade,” kata Perkins kepada karyawannya.

"Bagi beberapa orang, ini artinya perubahan jabatan atau relokasi ke jaringan sentral. Sayangnya, ini juga berarti perpisahan dengan anggota tim dan teman yang sudah membantu membangun Canva hingga detik ini," ia menambahkan.

Perusahaan tersebut, yang memiliki karyawan di 37 negara mengatakan Sydney akan menjadi "rumah utama" bagi tim produk. Lalu, tahun depan, pekerja hybrid akan menghabiskan waktu dua hingga tiga hari di kantor.

Investor Menurunkan Valuasi Canva

Awal tahun ini, dua investornya, Blackbird Ventures dan Airtree, dilaporkan menurunkan valuasi perusahaan tersebut dari 60 miliar dolar Australia, atau Rp 762,5 triliun (asumsi kurs dolar Australia terhadap rupiah di kisaran 12.709) pada akhir tahun lalu menjadi sekitar 49 miliar dolar Australia, yakni Rp 622,7 triliun.

Canva juga dilaporkan memangkas valuasi internalnya sendiri di tengah melonjaknya biaya AI yang terkait dengan peluncuran produk-produk baru.

"Teknologi baru mengubah apa yang orang bisa ciptakan, bagaimana menciptakannya, dan apa yang mereka ekspektasikan dari produk yang digunakan,” kata Perkins dalam catatannya pada Rabu.

Perkins, yang keluar dari universitas pada usia 19 tahun untuk mendirikan usaha pertamanya, meluncurkan Canva pada 2013.

Perusahaan ini menawarkan beragam templat dan alat bantu untuk membantu pengguna yang tidak memiliki keterampilan teknis atau latar belakang desain dalam membuat berbagai macam grafis dan presentasi yang tampak profesional, mulai dari undangan pernikahan hingga materi presentasi bisnis.