Dari Pajak Pembalut hingga MBG, Ini Suara Perempuan di Women's March
Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto
Sejumlah perempuan mengikuti aksi Womens March Jakarta 2026 di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (7/11/2026). Mereka membawa poster dan spanduk berisi pesan tentang kesetaraan, keadilan, serta pemenuhan hak perempuan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Peserta aksi melakukan long march dari kawasan Simpang Sarinah menuju Patung Kuda. Dalam aksi bertema Negara Menindas, Kita Lawan tersebut, massa menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada perempuan dan kelompok rentan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Salah satu isu yang disuarakan peserta adalah persoalan pajak pembalut. Mereka menyoroti kebijakan perpajakan yang dinilai menambah beban pengeluaran perempuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan menstruasi. (FOTO : Republika/Prayogi)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Peserta meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaannya, terutama terkait aspek keamanan pangan, pengawasan, serta perlindungan bagi penerima manfaat. (FOTO : Republika/Prayogi)
Selain persoalan ekonomi dan program pemerintah, massa menyuarakan tuntutan untuk menghentikan kekerasan dan diskriminasi berbasis gender. Mereka mendorong perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dalam kehidupan sehari-hari. (FOTO : Republika/Prayogi)
Peserta turut menyoroti kekerasan berbasis gender di ruang digital, termasuk penyalahgunaan data pribadi dan pembatasan kebebasan berekspresi. Mereka meminta ruang digital yang lebih aman bagi perempuan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Isu keadilan ekologis dan perlindungan ruang hidup masyarakat juga masuk dalam tuntutan Women’s March Jakarta 2026. Peserta meminta pembangunan memperhatikan dampak lingkungan serta hak masyarakat yang terdampak. (FOTO : Republika/Prayogi)
Melalui aksi tersebut, peserta menyampaikan sembilan tuntutan yang mencakup keadilan ekonomi, perlindungan dari kekerasan, hak kesehatan, hingga penghormatan terhadap hak asasi manusia. Mereka berharap suara perempuan menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan publik. (FOTO : Republika/Prayogi)
inline
JAKARTA -- Sejumlah perempuan mengikuti aksi Women’s March Jakarta 2026 di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (7/11/2026). Dalam aksi yang mengusung tema Negara Menindas, Kita Lawan tersebut, peserta menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai berkaitan dengan hak dan kehidupan perempuan, mulai dari pajak pembalut hingga evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berbagai tuntutan itu mencerminkan perhatian peserta terhadap kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Selain persoalan akses kesehatan dan keadilan ekonomi, mereka juga menyoroti perlindungan perempuan dari kekerasan, diskriminasi, serta kebijakan publik yang dinilai perlu lebih memperhatikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat.
sumber : Republika