Demo Tak Beres-Beres! Massa Bakar Mobil, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
CNBC News7 November 2026, 12:45 WIB0 kali dibaca
Demo nasional di Prancis diwarnai bentrokan di Lyon, pembakaran mobil, dan pengerahan 70.000 polisi untuk mengamankan aksi ratusan ribu orang.
Polisi antihuru-hara Prancis menembakkan gas air mata dan mengerahkan meriam air untuk membubarkan demonstran di Kota Lyon. (REUTERS/Stephane Mahe)
Sejumlah massa juga melakukan aksi pembakaran terhadap sebuah mobil yang berada di lokasi demonstrasi. Aksi tersebut berlangsung di tengah gelombang unjuk rasa dan pemogokan pekerja yang digelar serentak di berbagai wilayah Prancis untuk menekan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron. (REUTERS/Denis Balibouse)
Demonstrasi yang melibatkan serikat pekerja, termasuk CGT yang berhaluan kiri, serta didukung kelompok mahasiswa itu dipicu persoalan biaya hidup, layanan publik, dan pendidikan. Gelombang protes tersebut menyusul rangkaian kerusuhan sosial yang disebut sebagai salah satu yang terburuk di Prancis dalam beberapa tahun terakhir. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
Otoritas Prancis mengerahkan sekitar 70.000 personel kepolisian untuk mengamankan aksi nasional. Badan intelijen dalam negeri memperkirakan sekitar 500.000 hingga 700.000 orang akan mengikuti demonstrasi di luar Paris. (REUTERS/Stephanie Lecocq)
Sementara itu, tempat sampah yang dibakar terlihat menghalangi jalan di ibu kota, sedangkan polisi antihuru-hara bersiaga di Marseille. (REUTERS/Denis Balibouse)
Perwakilan serikat pekerja CGT, Maud Millier, mengatakan aksi tersebut diperkirakan berdampak luas karena pemberitahuan pemogokan telah diajukan di berbagai sektor industri swasta maupun layanan publik. Menurutnya, para pekerja telah menyusun daftar tuntutan dan menyampaikannya kepada para pemberi kerja di tengah krisis sosial serta meningkatnya mobilisasi anak muda dalam beberapa pekan terakhir. (REUTERS/Abdul Saboor)
Gelombang demonstrasi ini berlangsung sekitar lima bulan menjelang pemilihan presiden Prancis. Pemilu tersebut berpotensi mempertemukan kandidat sayap kanan Marine Le Pen dengan tokoh sayap kiri Jean-Luc Melenchon dalam putaran kedua. Sementara itu, Macron yang tengah menjalani masa jabatan keduanya tidak dapat kembali mencalonkan diri. (REUTERS/Hannah McKay)