Teknologi

Deretan Kasus Penyadapan Ilegal yang Bikin Heboh di Berbagai Negara

Deretan Kasus Penyadapan Ilegal yang Bikin Heboh di Berbagai Negara
Jakarta -

Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto membuat publik heboh, utamanya karena dilakukan oleh tiga mantan petinggi Polri. Namun, kasus semacam ini bukan pertama kalinya terjadi di dunia.

Sejak puluhan tahun lalu, kasus penyadapan serupa juga sudah sering terjadi dan membuat kehebohan. Targetnya tak melulu petinggi negara atau pejabat publik, melainkan juga politisi, jurnalis, hingga aktivis sipil.

Namun pelakunya, atau terduga pelakunya, biasanya memang penegak hukum, atau juga badan intelijen di negara terkait. Berikut adalah beberapa kasus penyadapan besar yang terjadi di berbagai negara, dirangkum detikINET dari berbagai sumber.

Skandal Pegasus dan Teror Spyware Israel

Salah satu kasus penyadapan ilegal paling modern dan masif adalah skandal spyware Pegasus buatan perusahaan asal Israel, NSO Group. Investigasi konsorsium media internasional mengungkapkan bahwa teknologi ini dijual kepada berbagai pemerintah dan dipakai untuk meretas ponsel milik ribuan target di puluhan negara.

Negara-negara seperti Meksiko, India, Arab Saudi, Hungaria, hingga Polandia tercatat pernah terseret dalam penyalahgunaan Pegasus. Perangkat pengintai kelas militer ini mampu menginfeksi smartphone melalui metode zero-click exploit, di mana korban tidak perlu mengklik tautan apa pun agar perangkatnya berhasil diretas. Setelah terinfeksi, operator spyware bisa mengakses pesan WhatsApp, riwayat panggilan, lokasi GPS, hingga mengaktifkan mikrofon dan kamera secara diam-diam.

Skandal Watergate yang Menggulingkan Presiden AS

Jauh sebelum era smartphone, Amerika Serikat pernah diguncang skandal penyadapan politik terbesar dalam sejarah, yaitu Skandal Watergate pada tahun 1972. Kasus ini bermula ketika lima orang tertangkap basah membobol dan memasang alat penyadap di markas Komite Nasional Partai Demokrat yang berlokasi di kompleks bangunan Watergate, Washington D.C.

Penyelidikan mendalam mengungkapkan bahwa aksi penyadapan ilegal tersebut didanai dan diarsiteki oleh komite pemenangan Presiden Richard Nixon. Upaya penutupan kasus dan penyalahgunaan wewenang lembaga pemerintah untuk meredam investigasi akhirnya terkuak. Skandal ini menjadi begitu fatal hingga memaksa Richard Nixon mengundurkan diri dari kursi Presiden Amerika Serikat pada tahun 1974.

Pembocoran Massal NSA oleh Edward Snowden

Pada tahun 2013, mantan kontraktor intelijen Edward Snowden membocorkan ribuan dokumen rahasia milik National Security Agency (NSA) Amerika Serikat. Pembocoran ini membongkar keberadaan program pengawasan massal seperti PRISM yang mengumpulkan data komunikasi telepon, email, dan aktivitas internet jutaan warga sipil secara global tanpa izin resmi pengadilan.

Tidak hanya masyarakat umum, program pengawasan ini juga menyadap komunikasi para pemimpin negara sekutu Amerika Serikat, termasuk telepon seluler Kanselir Jerman kala itu, Angela Merkel. Skandal ini memicu gelombang protes internasional dan memaksa banyak negara memperketat aturan perlindungan data privasi serta pengawasan terhadap lembaga intelijen.

Skandal Predator dan Greek Watergate di Yunani

Di Uni Eropa, skandal pengawasan rahasia sempat memanas pada tahun 2022 di Yunani. Kasus yang kerap dijuluki Greek Watergate ini mencuat ketika Badan Intelijen Nasional Yunani (EYP) terbukti menggunakan spyware commercial bernama Predator untuk menyadap ponsel milik jurnalis investigasi Thanasis Koukakis dan politisi oposisi Nikos Androulakis.

Penyalahgunaan perangkat pengintai ini memicu tekanan politik hebat di dalam negeri. Dampaknya, Kepala Badan Intelijen Yunani dan Sekretaris Jenderal Pemerintah Yunani terpaksa mengundurkan diri, serta mendorong Parlemen Uni Eropa membentuk komite khusus untuk menyelidiki peredaran spyware di wilayah Eropa.