Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN Kevin Kim menegaskan bahwa negaranya akan tetap mendukung dan bekerja sama dengan ASEAN terlepas dari apa pun yang akan terjadi.
“Amerika Serikat 100 persen mendukung ASEAN. Itulah yang dinyatakan Presiden Trump tahun lalu di Kuala Lumpur,” tegas Kevin setelah peluncuran logo 50 tahun hubungan AS dan ASEAN di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, kepentingan strategis AS dan Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan hubungan masyarakat kedua pihak di Asia Tenggara sangat dalam. Realitas ini menyiratkan tidak akan ada yang berubah terlepas apa pun hasil pemilu sela tersebut.
“Kita akan selalu bekerja di Asia Tenggara, apa pun yang terjadi,” tegasnya.
Dia juga merespon pertanyaan terkait peran AS dalam keamanan ASEAN dalam situasi perubahan gepolitik dan gejolak di Laut China Selatan.
“Amerika Serikat mendukung kemajuan norma dan nilai-nilai ASEAN. Itu berarti menghormati kedaulatan, menghormati prinsip-prinsip dasar seperti kebebasan navigasi,” kata Kevin.
“Itulah yang diperjuangkan ASEAN, dan Amerika Serikat akan terus mendukung ASEAN dalam isu-isu semacam itu,” tambahnya.
AS sedang menyelenggarakan pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) pada 3 November 2026.
Anadolu melaporkan pada Rabu bahwa Partai Demokrat menyapu bersih pemilihan paruh waktu AS, merebut Kongres dan jabatan gubernur penting.
Media AS memproyeksikan mayoritas Demokrat 54-44 di Senat pada pukul 09.45 GMT, Rabu, dengan partai tersebut merebut setidaknya tujuh kursi yang sebelumnya dipegang oleh Partai Republik.
Partai Demokrat juga memperluas kendali mereka atas jabatan gubernur negara bagian, memenangkan 28 negara bagian dibandingkan dengan 20 untuk Partai Republik, sementara dua pemilihan masih belum diputuskan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menanggapi hasil pemilu paruh waktu tersebut dan mengatakan dia bersedia bekerja sama dalam banyak hal, termasuk imigrasi, serta menolak kerja sama terkait “pembatasan terbuka”.