Jakarta (ANTARA) - Sebuah film musikal Batak pertama bertajuk "Pulang Kampung" membawa ekspektasi besar bagi para kreator dan pemainnya menjelang penayangan serentak di bioskop, terutama mampu menjembatani kebudayaan daerah kepada khalayak luas.
"Ekspektasinya film ini bisa disambut baik oleh orang-orang Batak dan juga non-Batak dan bisa dinikmati semua kalangan," kata pemeran utama wanita Vanessa Simorangkir di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Kamis.
Film drama musikal "Pulang Kampung" juga mempertemukan kembali Vanessa Simorangkir dengan teman seperjuangannya di Indonesian Idol, Axelo Nababan, pemeran Daniel.
Dalam film itu, Vanessa berperan sebagai Uli, pariban atau sepupu yang mengajari Daniel tentang budaya Batak.
Lewat sosok Uli yang ceria, Vanessa ingin membawa perjalanan bermusiknya ke pengalaman bercerita yang membanggakan untuk daerah asalnya di Sumatera Utara, sekaligus memperkenalkan diri sebagai salah satu wajah baru di layar lebar.
Sutradara Bene Dion Rajagukguk juga menyampaikan pandangan serupa mengenai target dampak dari film garapannya tersebut.
Bene menyatakan dirinya menaruh harapan besar agar film yang ia tulis skenarionya ini mampu menyajikan warna baru yang segar bagi lanskap perfilman tanah air.
"Ekspektasiku semoga film ini membawa warna baru di perfilman Indonesia," ujar Bene mengenai ambisinya membawa pembaruan di skena perfilman nasional.
Di sisi lain, ko-sutradara Kristo Immanuel turut memberikan pandangan emosionalnya mengenai bagaimana interaksi penonton yang ia harapkan muncul di dalam ruang pemutaran bioskop kelak.
Kristo menginginkan atmosfer bioskop menjadi lebih hidup dan interaktif berkat alunan musik tradisional Batak modern yang disajikan sepanjang film.
"Ekspektasinya semua orang bisa menikmati dan ikut nari-nari di dalam bioskopnya," tutur Kristo.
Melalui kolaborasi ini, keindahan latar Danau Toba dan Pulau Samosir akan dipadukan dengan aransemen musik dari Viky Sianipar.
Proyek layar lebar produksi Imajinari itu diharapkan tidak hanya memicu rasa bangga bagi masyarakat suku Batak, melainkan juga memotivasi para sineas Indonesia untuk terus mengeksplorasi medium film musikal dengan berbagai kekayaan cerita Nusantara.
Sinema komedi romantis berbalut budaya itu dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia secara serentak mulai 26 November 2026.