Politik

Gandeng Asuransi Kredit Indonesia Jadi Cara Pemkab Sarolangun Perkuat Perlindungan UMKM

Gandeng Asuransi Kredit Indonesia Jadi Cara Pemkab Sarolangun Perkuat Perlindungan UMKM

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Jambi, menjalin kerja sama dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) untuk memperkuat perlindungan risiko pembangunan daerah, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekosistem keuangan.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (5/11/2026), oleh Direktur Keuangan yang juga Plt Direktur Utama Askrindo, Leonardo Henry Gavaza, dan Bupati Sarolangun, Hurmin.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (5/11/2026). - (Dok. HO)

Melalui kesepakatan ini, kedua pihak akan mengoptimalkan pemanfaatan produk asuransi umum (general insurance) dan penjaminan (suretyship). Kedua instrumen tersebut diarahkan untuk memberikan perlindungan terhadap pembangunan infrastruktur daerah, aset, serta kegiatan usaha masyarakat.

Direktur Utama Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, mengatakan kerja sama ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi Sarolangun melalui mitigasi risiko di berbagai sektor produktif.

Menurut dia, perlindungan asuransi dan fasilitas penjaminan diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaksanaan pembangunan, pembiayaan usaha, hingga pengembangan UMKM.

“Kerja sama pemanfaatan Asuransi Umum dan Suretyship ini merupakan wujud nyata kehadiran Askrindo dalam menyediakan mitigasi risiko yang adaptif bagi sektor riil daerah,” ujar Mahelan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, ekonomi Kabupaten Sarolangun tumbuh sebesar 4,78%. Struktur perekonomian daerah tersebut ditopang sejumlah sektor utama, antara lain pertambangan dan penggalian, pertanian, kehutanan, perikanan, konstruksi, serta perdagangan.

Komoditas kelapa sawit dan karet menjadi bagian penting dalam sektor pertanian Sarolangun. Karena itu, penguatan perlindungan terhadap sektor produktif, termasuk petani dan pelaku UMKM, dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi daerah.

Dalam implementasinya, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses penjaminan kredit bagi petani dan pelaku usaha mikro. Langkah ini diharapkan membantu mereka menghadapi risiko usaha dan fluktuasi permodalan.

Mahelan menambahkan, kedua pihak akan menjajaki perluasan pemanfaatan produk asuransi dan penjaminan, termasuk perlindungan terhadap aset milik pemerintah daerah.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya iklim investasi yang lebih aman dan kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun secara berkelanjutan.