Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) dijadikan sebagai ruang untuk memberikan pendampingan terhadap calon-calon pendiri startup di Indonesia.
“Experts (para ahli) itu mempunyai jam terbang, anak muda itu mempunyai ide. Nah, kalau ide ini tidak disambungkan dengan jam terbang, maka teman-teman ini produknya ya akan semi-semi saja," kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup Alfreno Kautsar Ramadhan dalam temu media di Jakarta, Sabtu.
Alfreno menyampaikan GSIH juga dijadikan sebagai wadah bagi para pelaku startup untuk memperluas wawasan, dan menghubungkan gagasan dengan pengalaman para praktisi industri. Terutama bagi anak-anak muda yang memiliki ide dengan para ahli yang telah memiliki pengalaman dalam membangun bisnis.
Adanya pendampingan dari para praktisi menurutnya dapat membantu anak muda mengembangkan gagasan menjadi produk dan bisnis yang lebih matang.
Pengalaman para mentor dinilai akan menjadi bekal penting agar startup tidak hanya memiliki ide kreatif, tetapi juga mampu mengembangkan dan menjalankan bisnisnya.
Ia mencontohkan perkembangan perusahaan seperti Tokopedia dan GoTo yang tidak hanya berangkat dari gagasan, tetapi juga melalui proses panjang serta pengalaman para pendirinya.
Alfreno menambahkan pemerintah mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan mentor karena kolaborasi tersebut dapat membuka kesempatan bagi calon pendiri startup untuk belajar, bertukar gagasan, serta memperoleh masukan yang membangun. Salah satunya seperti Investment Day Futurepreneur Lab 2026.
Ia menambahkan pemerintah sejauh ini juga menyediakan 10 Garuda Spark sebagai pusat inovasi untuk mendukung pengembangan startup melalui pelatihan, inkubasi, pendampingan, dan penjodohan bisnis (business matchmaking). Setelah sebelumnya program ini diresmikan pertama kali pada 27 September 2025 di Bandung, Jawa Barat dan jumlahnya direncanakan akan terus bertambah.
Alfreno pun berharap kegiatan tersebut dapat membantu peserta memperoleh pendampingan yang relevan sekaligus memberikan masukan bagi pengembangan ekosistem startup di Indonesia.