Ekonomi

IHSG Diproyeksi Melemah Awali Pekan Ini

IHSG Diproyeksi Melemah Awali Pekan Ini
Jakarta, CNN Indonesia

Indeks Harga Gabungan () diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (9/11).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi, meski peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka.

"Pada wave (v) dari wave [v], IHSG berpotensi menguji area 4.763-4.807, dengan rentang 5.078-5.098 sebagai target penguatan terdekat," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 4.847, 4.763 dan resistance 5.143, 5.247 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AMRT, ASII, INCO, dan MBMA.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan tren penguatan jangka pendek setelah membentuk pola candle hammer dan bertahan di atas level support 4.876.

"Selama mampu bertahan di atas 4.876, tren naik jangka pendek masih berpeluang berlanjut. Sebaliknya, penembusan ke bawah level tersebut dapat memicu kembali tren penurunan," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 4.876, 4.737, 4.652, dan 4.563 dan resistance 5.121, 5.191, dan 5.418 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AMRT, MEDC, PTBA, dan UNTR.

IHSG ditutup di level 5.050 pada perdagangan Jumat (6/11) sore. Indeks saham menguat 20,16 poin atau 0,40 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp10,28 triliun dengan volume perdagangan sekitar 47,36 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,1 juta kali.

Pada penutupan pekan lalu, 192 saham menguat, 381 terkoreksi, dan 141 stagnan.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.