Ekonomi

IHSG Rebound di Tengah Bursa Asia Melemah, Rupiah Masih Tertekan

IHSG Rebound di Tengah Bursa Asia Melemah, Rupiah Masih Tertekan

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/11/2026) sore berbalik menguat (rebound) di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 20,17 poin atau 0,40 persen ke posisi 5.050,43. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,64 poin atau 0,90 persen ke posisi 518,28.

"Pada awal perdagangan IHSG dibuka melemah akibat sentimen negatif dari koreksi signifikan indeks di bursa Wall Street dan indeks di bursa Asia akibat tekanan pada saham sektor teknologi,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Selain itu, Ratna mengatakan, koreksi IHSG sebelum berbalik menguat juga disebabkan oleh aksi profit taking (ambil untung) investor setelah sehari sebelumnya IHSG menguat signifikan.

Dari mancanegara, harga minyak kembali terkoreksi di bawah level 100 dolar AS per barel seiring harapan penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang lebih cepat setelah Partai Demokrat memenangkan pemilu midterm.

Sementara itu, Iran dilaporkan tengah meninjau proposal yang diajukan oleh pihak mediator terkait program nuklir. Namun, Iran tetap menginginkan pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pelonggaran sanksi, serta pelepasan asetnya yang dibekukan.

Dari dalam negeri, data cadangan devisa sedikit naik ke level 146,8 miliar dolar AS pada Oktober 2026, dari sebelumnya 146,3 miliar dolar AS pada September 2026.

Kemudian, indeks harga rumah tercatat naik 0,58 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2026, atau melambat dari sebelumnya 0,69 persen pada kuartal II-2026.

Sementara itu, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran Rp 1,28 triliun untuk merealisasikan Program Satu Orang Satu Rekening sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi penutup tahun 2026.

Untuk pekan depan, Ratna memproyeksikan IHSG akan menguji kisaran 5.100–5.200 pada perdagangan pekan depan.

Dibuka melemah, IHSG bertahan di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat. Penguatan dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 1,04 persen, diikuti sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 0,50 persen.

Sementara itu, sembilan sektor melemah. Sektor barang baku turun paling dalam sebesar 2,67 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor transportasi dan logistik yang masing-masing turun sebesar 2,20 persen dan 1,16 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AIMS, POLU, SMDM, KSIX, dan DUTI. Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TAXI, NAYZ, LFLO, KREN, dan PPRO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,09 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,78 miliar lembar saham senilai Rp 10,31 triliun. Sebanyak 231 saham naik, 440 saham menurun, dan 291 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pada Jumat sore antara lain, indeks Nikkei melemah 6,04 persen ke 57.389,00, indeks Kospi melemah 6,02 persen ke 5.059,69, indeks Shanghai melemah 1,10 persen ke 3.649,18, indeks Hang Seng melemah 1,27 persen ke 24.481,86, dan indeks Strait Times melemah 2,17 persen ke 5.181,42.

sumber : Antara