Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali meluncurkan 10 inovasi strategis hasil proyek perubahan peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 untuk memperkuat transformasi digital, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“Ada 10 inovasi yang nantinya diharapkan bisa membantu Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjalankan berbagai kegiatan pemerintahan serta mendorong kemajuan daerah,” kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Singaraja, Minggu.
Pihaknya mengapresiasi peserta PKN yang telah menyusun inovasi melalui pembahasan intensif.
Ia menegaskan keterbatasan fiskal dan tantangan geografis harus mendorong perangkat daerah menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM mengembangkan SINGA NUGRAHA untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan, sedangkan MITRA BPBD mengintegrasikan informasi kebencanaan, mulai dari edukasi dan pelaporan hingga penanganan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi.
Di sektor investasi, DPMPTSP menghadirkan INVEST JOSS sebagai gerbang informasi promosi, konsultasi, potensi daerah, dan pemantauan investasi sekaligus membuka peluang kemitraan UMKM. Staf Ahli Bupati mengembangkan PRADIPA untuk mendeteksi tekanan inflasi sejak dini dan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data.
Badan Keuangan dan Aset Daerah mengembangkan KILAT Denbukit untuk menyederhanakan belanja pemerintah dari pengajuan hingga pertanggungjawaban.
"Digitalisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas sekaligus memperluas keterlibatan UMKM lokal dalam pengadaan pemerintah," kata dia.
Dinas Kominfosanti menghadirkan Sang Buleleng atau Satu Gerbang Buleleng sebagai pintu tunggal layanan digital pemerintahan. Platform tersebut mengintegrasikan identitas digital, layanan, dan data untuk meningkatkan keamanan akses serta memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan.
Pada bidang kesehatan, RSUD Buleleng mengembangkan PANJI SAKTI untuk memperbaiki sistem rujukan melalui integrasi fasilitas kesehatan. Platform digitalnya memungkinkan fasilitas pengirim memantau ketersediaan tempat tidur rumah sakit secara langsung agar rujukan lebih cepat, tepat, dan aman.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menghadirkan SPATSIKU untuk mencegah putus sekolah dan mengembalikan anak tidak sekolah ke jalur pendidikan, Kesbangpol mengembangkan SATYA DASI yang mengintegrasikan data strategis guna memperkuat deteksi dini kerawanan sosial dan stabilitas daerah.
Selain itu, BKPSDM mengembangkan Si Bijak Paten sebagai sistem pengembangan kompetensi ASN secara digital dan terintegrasi.
Ia mengatakan bahwa melalui Buleleng ASN Corpu, aparatur dapat mengakses profil, perencanaan pengembangan individu, katalog kursus, pemantauan pembelajaran, hingga sertifikat digital.
Pemkab Buleleng berharap, seluruh inovasi diterapkan berkelanjutan melalui kolaborasi perangkat daerah, dunia usaha, dan masyarakat, sedangkan pengembangannya untuk memperkuat sistem kerja yang terintegrasi dan berbasis data serta memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik.