Hiburan

Ini Kebiasaan Kristina yang Paling Ditunggu Keponakan dan Saudara

Ini Kebiasaan Kristina yang Paling Ditunggu Keponakan dan Saudara
Jakarta -

Pedangdut Kristina membagikan sejumlah cerita tentang kesehariannya. Mulai dari barang wajib yang selalu dibawa di dalam tas, kebiasaan membagikan koleksi pakaian kepada keluarga, hingga perjuangannya menjaga pola makan demi mempertahankan bentuk tubuh.

Soal barang bawaan, Kristina mengaku bukan dompet yang menjadi prioritas utamanya. Ia justru tak bisa bepergian tanpa membawa perlengkapan kebersihan, terutama tisu basah dan tisu kering.

"Paling gak tisu basah, tisu kering, itu aku paling gak bisa (ketinggalan). Pernah aku gak bawa tisu basah, tisu kering, tiba-tiba mau ke toilet, eh kebetulan toiletnya gak ada tisunya. Ah, pusinglah! Akhirnya ke mana-mana tuh bawa tas kecil kayak gak afdal sebelum ada tisu," ungkap Kristina saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, kemarin.

Selain perlengkapan di dalam tas, pelantun lagu Jatuh Bangun itu juga memiliki kebiasaan merapikan isi lemari yang kerap dipenuhi pakaian. Namun, alih-alih menjual koleksi busananya melalui sistem preloved atau thrift, Kristina lebih senang membagikannya secara cuma-cuma kepada keluarga hingga penyanyi pemula di daerah.

"Kemarin aja gua bongkar-bongkar, udah penuh nih, harus dilungsurkan semuanya. Kasih saudara-saudara, kasih ponakan-ponakan," tuturnya.

Menariknya, kebiasaan Kristina tersebut sudah dipahami betul oleh para keponakannya. Mereka bahkan tak lagi heran ketika sang tante membeli pakaian baru. Sebab, mereka tahu pakaian-pakaian tersebut kemungkinan besar akan diberikan kepada mereka.

"Ponakan-ponakan aku nih kalau aku lagi belanja dia diam. Diamnya gini, 'Entar juga lari ke gue'. Dia udah ngerti, gak perlu dibeliin karena badannya sama, ukurannya juga," tambah Kristina seraya tertawa.

Di sisi lain, Kristina kini juga tengah berupaya menjaga berat badannya. Ia mengaku bobot tubuhnya sempat meningkat hingga 54-55 kilogram, padahal berat badan yang dianggap ideal olehnya berada di kisaran 48 kilogram.

Menurut Kristina, kenaikan berat badan mulai memengaruhi kenyamanannya dalam beraktivitas, termasuk saat menjalankan ibadah salat. Karena itu, ia berusaha lebih disiplin menjaga bentuk tubuh.

"Kerasa sih kalau udah usia seperti ini dan gemuk, tuh dari jalan, dari salat, gerakannya udah beda. Gak enak gitu loh kalau kegemukan. Makanya aku jaga badan untuk jangan sampai gemuk," jelasnya.

Kristina mengaku sempat berkonsultasi dengan dokter diet dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Namun, program tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena dirinya kerap lupa membawa obat yang harus dikonsumsi saat bepergian.

Kini, ia memilih mengatur pola makan secara mandiri dengan membatasi asupan karbohidrat dan memperhatikan waktu makan. Kristina membiasakan diri mengakhiri waktu makan sekitar pukul 16.00-17.00 WIB serta menghindari nasi pada malam hari.

Bahkan, demi menghindari godaan makanan yang tersedia di rumah, Kristina memilih langsung masuk ke kamar setelah sore hari.

"Makanya aku langsung naik aja ke kamar atas. Gak mau lihat-lihat ke bawah, di bawah banyak makanan. Gak! Pusing aku," pungkasnya sambil terbahak.