Jakarta (ANTARA) - Kiper FC Andorra, Jesus Owono, mengaku terpukul dan menjalani masa-masa terberat dalam hidupnya setelah terlibat insiden yang menyebabkan meninggalnya penyerang Tenerife, Jesus de Miguel.
“Ini adalah hari-hari paling sulit dalam hidup saya. Saya kesulitan menemukan kata-kata dan sangat sulit menerima apa yang telah terjadi,” kata Owono dalam pernyataan resmi yang dirilis FC Andorra pada Rabu (4/11).
Sebelumnya Jesus de Miguel kolaps di lapangan setelah terlibat tabrakan hebat dengan Jesus Owono dalam pertandingan pekan ke-12 Divisi Segunda di Stadion Helodoro Rodriguez Lopez, Tenerife, Senin waktu setempat (2/11).
Owono yang keluar jauh dari kotak penalti untuk menghalau bola lalu bertabrakan dengan De Miguel. FC Andorra merilis pernyataan tersebut atas nama Owono.
Klub menjelaskan bahwa kiper berusia 25 tahun itu ingin menyampaikan langsung perasaannya setelah tragedi yang mengguncang dunia sepak bola Spanyol tersebut.
“Saya merasakan kesedihan yang luar biasa atas kepergian Jesus. Pikiran saya tertuju kepadanya, keluarganya, dan semua orang yang menyayanginya. Saya tahu akan ada banyak hal yang harus dihadapi, dan saya akan menjalaninya dengan penuh rasa hormat. Namun, saat ini, saya tidak bisa memikirkan hal lain selain Jesus dan kesedihan yang kita semua rasakan. Beristirahatlah dengan tenang, Jesus,” lanjutnya.
Dukungan juga datang dari rekan setim Owono di FC Andorra, Lautaro Spatz. Bek tengah itu menyebut Owono sangat terpukul dan menegaskan bahwa insiden tersebut bukan sesuatu yang dilakukan dengan sengaja.
“Orang-orang yang mengenalnya tahu seperti apa dirinya, betapa besar penderitaannya saat ini, dan bahwa dia tidak akan pernah dengan sengaja menyakiti siapa pun,” tulis Spatz melalui media sosial yang dikutip BBC.
“Dalam sepak bola, insiden yang tidak diinginkan bisa terjadi. Namun, tidak ada seorang pun yang membayangkan bahwa salah satunya akan berakhir dengan konsekuensi tragis seperti ini,” tambahnya.
Penyerang Tenerife itu kemudian terkapar dan tidak bergerak di lapangan. Tim medis segera memberikan pertolongan sebelum De Miguel dibawa menggunakan ambulans dari Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez menuju rumah sakit.
Owono mendapat kartu merah akibat insiden tersebut, sementara pertandingan akhirnya dihentikan. Kiper timnas Guinea Khatulistiwa itu juga dilaporkan tidak menghadiri sesi latihan FC Andorra pada Rabu (4/11). Para pemain klub terlebih dahulu menggelar mengheningkan cipta untuk mengenang De Miguel.
Kepergian De Miguel mendapat perhatian luas dari dunia sepak bola. Pemain berusia 30 tahun tersebut bergabung dengan Tenerife pada musim panas 2025 dan diketahui telah memiliki seorang anak. Mengheningkan cipta selama satu menit juga dijadwalkan digelar dalam pertandingan-pertandingan kompetisi Eropa sepanjang pekan ini.
Sementara itu, kepolisian Spanyol telah membuka penyelidikan rutin terkait kemungkinan tindak pidana pembunuhan karena kelalaian (involuntary manslaughter). Berdasarkan hukum Spanyol, setiap kematian yang dinilai tidak terjadi secara alami secara otomatis memicu penyelidikan yudisial.
Owono sendiri telah mencatatkan 47 penampilan bersama tim nasional Guinea Khatulistiwa. Presiden Federasi Sepak Bola Guinea Khatulistiwa, Venancio Tomas Micha, sebelumnya menyampaikan dukungan penuh kepada sang pemain.
Sebagai pihak yang secara tidak sengaja terlibat dalam insiden tragis tersebut, Owono disebut sedang menghadapi situasi dengan kesedihan dan tekanan emosional yang mendalam.