Ekonomi

Kapal Rumah Sakit Tenggelam Dalam Hitungan Menit, 10.000 Pasien Tewas

Kapal Rumah Sakit Tenggelam Dalam Hitungan Menit, 10.000 Pasien Tewas

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal yang seharusnya menjadi tempat berlindung bagi ribuan korban perang justru berubah menjadi kuburan massal di tengah Laut Hitam. Pada 7 November 1941, tepat hari ini 85 tahun lalu, kapal Armenia tenggelam usai diserang pesawat Jerman dan membuat nyaris 5.000 pasien dan awak tewas seketika.

Kapal Armenia difungsikan pemerintah Uni Soviet (kini Rusia) sebagai rumah sakit terapung yang mengangkut korban Perang Dunia II. Waktu itu, Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler sedang melakukan penyerangan ke daerah Uni Soviet. Di sisi Soviet, perang membuat banyak orang terluka.

Agar lebih aman dan perawatan bisa maksimal, pemerintah mengisi kapal tersebut dengan tentara terluka, pasien sipil dan tenaga kesehatan. Mengutip situs History, pelayaran kapal bermula pada 6 November 1941. Kapal berangkat dari Sevastopol sebelum melanjutkan perjalanan ke Yalta. Di sana, kapal kembali mengangkut tenaga medis, pasien rumah sakit, serta warga sipil yang hendak meninggalkan Krimea menuju Tuapse, wilayah di pesisir Kaukasus.

Namun, misi penyelamatan itu tidak pernah sampai ke tujuan.

Pada pagi 7 November 1941, Armenia meninggalkan Yalta. Saat berlayar di Laut Hitam, kapal tersebut diserang pesawat Jerman yang tidak mengetahui jika kapal sudah difungsikan sebagai rumah sakit terapung. Sesuai aturan internasional, kapal rumah sakit tidak boleh diserang. Namun, Jerman melanggar itu. 

Akibatnya, serangan udara menghantam kapal hingga mengalami kerusakan parah dan akhirnya tenggelam.  Berdasarkan rekonstruksi Russian Geographical Society, Armenia hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk tenggelam. Hampir seluruh orang di dalamnya tidak sempat menyelamatkan diri.

Jumlah korban sebenarnya tidak pernah diketahui secara pasti karena tidak tersedia daftar penumpang lengkap. Pemerintah Soviet memperkirakan 10.000 orang di kapal tewas. Sementara negara sekutu lain memperkirakan ada sekitar 4.500 hingga 10.000 orang di dalam kapal.

Selama puluhan tahun, lokasi tenggelamnya Armenia menjadi misteri. Berbagai upaya pencarian dilakukan, tetapi kedalaman Laut Hitam menyulitkan para peneliti menemukan bangkai kapal tersebut.

Misteri itu akhirnya terpecahkan pada April 2020. Mengutip situs Interfax, identitas bangkai kapal Armenia berhasil dipastikan setelah ditemukan di kedalaman sekitar 1.500 meter di dasar Laut Hitam. Penemuan ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang terhadap kapal yang tenggelam hampir delapan dekade sebelumnya.

Meski bangkai kapalnya akhirnya ditemukan, tragedi Armenia tidak pernah berujung pada pengadilan khusus. Setelah Perang Dunia II berakhir pada 1945, berbagai pengadilan kejahatan perang digelar untuk mengadili pejabat dan personel militer Nazi. Namun, menurut catatan Palang Merah Internasional, penghancuran kapal rumah sakit tidak menjadi perkara tersendiri dalam rangkaian pengadilan tersebut.