Politik

Kemkomdigi minta pendiri "startup" muda ciptakan inovasi berdampak

Kemkomdigi minta pendiri "startup" muda ciptakan inovasi berdampak

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital meminta pendiri perusahaan rintisan atau startup dari kalangan generasi muda untuk menciptakan sebuah inovasi yang unik dan berdampak pada masyarakat.

"Teman-teman sekarang makin banyak lagi yang menjadi startup founders, openness-nya itu makin besar lagi dan teman-teman harus mempunyai ide yang lebih unik lagi dan lebih useful," kata Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup Alfreno Kautsar Ramadhan dalam temu media di Jakarta, Sabtu.

Alfreno menyoroti persaingan pendiri startup pada masa kini semakin ketat karena industri yang kian bertumbuh. Hal ini meningkatkan persaingan dalam pengembangan produk teknologi. Dia menilai inovasi yang memiliki keunikan dan kegunaan yang jelas dapat menjadi sebuah karya yang memiliki ciri khas dan menjanjikan.

Menurutnya, pendampingan melalui mentoring menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas para pendiri startup muda. Melalui proses tersebut, para pendiri diharapkan mampu mengembangkan produk teknologi yang dapat menjawab persoalan nyata.

Contoh pendampingan yang ia sebutkan adalah Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang dicetuskan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital yang menjadi wadah bagi para pelaku startup untuk memperluas wawasan, dan menghubungkan gagasan dengan pengalaman para praktisi industri.

Pendampingan yang diberikan termasuk kepada para pengembang produk teknologi. Para inovator diharapkan mampu menghasilkan produk yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan.

Lebih lanjut dia menyampaikan perkembangan teknologi berlangsung secara eksponensial sehingga para inovator perlu melihat peluang yang lebih luas dalam menciptakan produk. Dengan demikian, pengembangan teknologi tidak hanya berorientasi pada kebaruan, tetapi juga dampak yang dapat dihasilkan.

"Jadi buatlah sesuatu yang mungkin lebih berdampak," ujarnya.

Dalam mendukung pengembangan inovasi tersebut, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan seperti penyusunan peta jalan kecerdasan buatan (AI) dan aturan mengenai etika AI.

Peta jalan AI disiapkan untuk memberikan gambaran strategis bagi para pengembang dan pendiri startup mengenai arah pengembangan teknologi AI di Indonesia pada masa mendatang. Di dalamnya mencakup peluang sektor industri yang dapat menjadi pengguna atau mitra pengembangan produk.

Sementara itu, aturan etika AI diarahkan untuk memberikan pedoman bagi para pengembang perangkat lunak dalam menjaga keamanan produk yang mereka buat agar tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat.

Alfreno menyebutkan bahwa pengaturan AI akan mencakup klasifikasi risiko, mulai dari risiko yang dapat diterima hingga risiko tinggi yang berkaitan dengan data pribadi, serta penggunaan berisiko rendah untuk kebutuhan pendidikan dan aktivitas sehari-hari.