Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempersiapkan lulusan Ocean Institute of Indonesia (OII) agar mampu bersaing menghadapi dinamika pasar kerja di level nasional maupun global. Untuk itu, KKP terus memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI).
"Melalui OII, kami mendorong transformasi pendidikan vokasi yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja," ungkap Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Sebagai upaya menghubungkan pendidikan vokasi dengan dunia industri, KKP menggelar Vocational Goes to Actors (VOGA) 2026 di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (3/11) kemarin. Kegiatan ini diikuti sekitar 428 peserta secara langsung, termasuk 250 peserta didik OII Kampus Jakarta, 61 lulusan yang akan bekerja di luar negeri, 102 perwakilan industri, dan 15 alumni yang berhasil mengembangkan karir di bidang kelautan dan perikanan di dalam dan luar negeri.
Wakil Menteri KKP, Irwan Meilano saat membuka acara itu mengungkapkan bahwa World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 memperkirakan akan tercipta 170 juta pekerjaan baru hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan berpotensi tergantikan. Bahkan, sekitar 39 persen keterampilan pekerja diperkirakan mengalami perubahan.
Sementara di sektor kelautan dan perikanan, mengacu pada data Food and Agriculture Organization (FAO), produksi perikanan tangkap dan budi daya akuatik dunia pada 2022 mencapai 223 juta ton, dengan kontribusi budi daya mencapai 51 persen dari total produksi akuatik dunia. Perkembangan tersebut membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian baru.
Pemanfaatan teknologi, otomasi, kecerdasan buatan, tuntutan ketertelusuran produk, perubahan iklim, serta penguatan praktik perikanan berkelanjutan juga turut mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Pergeseran menuju budi daya dan hilirisasi juga membutuhkan SDM yang tidak hanya menguasai aspek produksi, tetapi memahami teknologi pengolahan, manajemen usaha, standar mutu, hingga rantai pasok produk kelautan dan perikanan.
Kondisi tersebut, sambungnya, menuntut pendidikan vokasi untuk tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proses pendidikan, tetapi juga memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk itu, perlu penyelarasan kurikulum dengan industri, modernisasi sarana dan prasarana, peningkatan pembelajaran berbasis praktik, serta penguatan riset dan inovasi bersama DUDI. Dengan demikian, lulusan OII tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tapi juga global.
"Yang lebih penting dari pengalaman di luar negeri adalah mereka mendapatkan pengalaman industri di lokasi industri terbaik, yang kemudian dibawa untuk membangun industri kita di dalam negeri," tambah Irwan.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta selaku Direktur Eksekutif OII mengatakan, saat ini terdapat 5.955 peserta didik pendidikan vokasi KKP, yang terdiri dari 5.074 peserta pendidikan tinggi dan 881 peserta pendidikan menengah.
"VOGA 2026 berfokus pada empat penguatan strategis, yaitu kemitraan industri, kesempatan kerja internasional, keselarasan pendidikan dengan kebutuhan industri, dan pengembangan jejaring alumni. Hari ini dilaksanakan penandatanganan kerja sama dengan 13 mitra DUDI serta satu universitas, untuk memperluas pembelajaran, peningkatan kompetensi, dan penyerapan lulusan," ujar Nyoman.
Dalam rekam penempatan periode 2026-2027, tercatat 302 lulusan OII yang akan berangkat bekerja di luar negeri, dengan rincian ke Jepang 231 orang, ke Korea Selatan (Korsel) 10 orang, Taiwan 53 orang, Brunei Darusalam 1 orang, dan Suriname 6 orang.
Sebanyak 61 lulusan di antaranya dilepas langsung pada kegiatan VOGA 2026 kemarin, dengan rincian 27 orang tujuan Taiwan, 22 Jepang, 6 Suriname, 5 Korea Selatan (Korsel) dan 1 Malaysia. Dari 61 lulusan tersebut, 44 orang di bidang pekerjaan perikanan tangkap, 7 di bidang budidaya, dan 10 di bidang pengolahan hasil perikanan.
Lihat juga Video Kementerian KKP Terima Anugerah Ekonomi Kerakyatan 2025