Liputan6.com, Jakarta - Gerai Koperasi Desa Merah Putih () berpeluang dikembangkan menjadi tambahan untuk membantu penanganan warga terdampak bencana.
Anggota Ombudsman, Robert Na Endi Jaweng, menilai opsi tersebut perlu dipertimbangkan di tengah belum optimalnya kesiapan fasilitas kesehatan daerah dalam menghadapi situasi bencana.
Robert mencontohkan, rumah sakit yang dikunjunginya belum menyiapkan pelayanan khusus bagi warga terdampak bencana.
“Rumah sakit bahkan itu, kita, saya ke rumah sakit ya, enggak ada juga yang disiapkan secara khusus, tidak sama seperti dulu misalnya Covid, gitu ya,” kata Robert di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Menurut Robert, puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) seharusnya tetap menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan saat bencana. Karena itu, penguatan kedua fasilitas tersebut perlu menjadi prioritas pemerintah daerah.
Di sisi lain, ia menilai gerai KDMP berpotensi melengkapi layanan kesehatan daerah, terutama dalam situasi darurat. Gerai yang mulai menyediakan obat-obatan melalui unit apotek itu dinilai dapat dikembangkan menjadi klinik pratama. Fasilitas tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk layanan preventif, seperti pemeriksaan kesehatan gratis.
“Banyak yang berdebat, tapi kalau saya melihat, ini juga bisa menjadi peluang, gitu,” ujar Robert.
Ia menegaskan, pengembangan fasilitas kesehatan di gerai KDMP bukan untuk menggantikan peran puskesmas maupun pustu. Sebaliknya, keberadaan program nasional seperti KDMP dapat menjadi lapisan tambahan bagi pelayanan kesehatan daerah yang belum berjalan optimal.
“Poin saya adalah sebenarnya kita tetap kedepankan Puskesmas atau Pustu, karena itulah yang sudah ada dan sudah lama. Tapi dengan pengelolaan Pemda seperti sekarang, di situasi bencana, rasa-rasanya kita perlu membuka opsi juga program nasional apa yang bisa melapisi itu,” pungkasnya.