Jakarta (ANTARA) - Tesla dilaporkan bakal menghentikan produksi truk pikap listrik Cybertruck pada tahun depan seiring merosotnya angka penjualan kendaraan tersebut.
Selain itu, perusahaan juga berencana untuk mengalihkan kapasitas produksi Gigafactory Texas yang merupakan fasilitas perakitan Cybertruck guna mendukung armada taksi otonom atau robotaxi Cybercab.
Dilansir dari laporan Arena EV pada Jumat (6/11) waktu setempat, Chief Executive Officer (CEO) Tesla Elon Musk menyampaikan melalui platform X bahwa pihaknya akan secara bertahap mengurangi produksi Cybertruck.
Realisasi pengiriman Cybertruck tercatat hanya mencapai 20.237 unit pada tahun ini atau anjlok 48 persen secara tahunan, jauh dari target awal yang diproyeksikan mencapai 250.000 unit per tahun.
Desain bodi yang tajam serta bobot kendaraan yang dinilai terlalu berat menjadi faktor utama lesunya penjualan Cybertruck di pasar global.
Kendala tersebut memicu kekhawatiran keselamatan lalu lintas di berbagai negara. Bahkan, Australia dan Selandia Baru telah melarang penjualan resmi kendaraan ini, sementara sejumlah negara Eropa mewajibkan izin mengemudi khusus bagi pengemudinya.
Perkembangan tersebut membuat Cybertruck praktis hanya mengandalkan pasar domestik Amerika Serikat.
Sebagai gantinya, fasilitas produksi utama Tesla di Gigafactory Texas akan difokuskan untuk memproduksi Cybercab secara masif.
Langkah ini diambil guna menopang ekspansi armada robotaxi Tesla yang saat ini mulai dioperasikan di Texas dan bakal diperluas ke negara bagian di Amerika Serikat serta mancanegara.