JAKARTA — Memilih lembaga kursus bahasa Inggris perlu mempertimbangkan kualitas pengajar, kurikulum, dan sistem evaluasi pembelajaran. Ketiga aspek tersebut penting untuk memastikan peserta memperoleh kemampuan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan maupun dunia kerja.
Kepala Lembaga Bahasa LIA, Selestin Zainuddin, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap kemampuan bahasa Inggris terus berkembang seiring perubahan dunia pendidikan dan pekerjaan. Karena itu, lembaga kursus perlu memastikan program pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan peserta.
"Selama lebih dari enam dekade, kebutuhan masyarakat terhadap bahasa Inggris terus berubah. Tugas LIA bukan hanya mempertahankan pengalaman yang telah kami bangun, tetapi memastikan pembelajaran tetap relevan bagi generasi baru agar mereka mampu menggunakan bahasa Inggris dengan percaya diri untuk belajar, bekerja, berkolaborasi, dan mengambil peluang di tingkat global," kata Selestin.
Menurut dia, pembelajaran bahasa Inggris tidak cukup hanya menawarkan kelas. Lembaga kursus perlu memiliki sistem akademik yang terstruktur, mulai dari penentuan kemampuan awal peserta, penyusunan materi, hingga evaluasi perkembangan belajar.
Kebutuhan peserta juga perlu menjadi pertimbangan dalam memilih program. Mereka yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi dapat memilih program percakapan dengan porsi praktik lebih besar. Sementara itu, General English dapat menjadi pilihan bagi peserta yang ingin mengembangkan kemampuan bahasa secara menyeluruh.
Bagi kalangan profesional, kemampuan bahasa Inggris bisnis dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pekerjaan, seperti presentasi, rapat, korespondensi, dan komunikasi dengan mitra internasional.
Adapun mahasiswa atau calon mahasiswa yang membutuhkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris perlu memastikan jenis tes yang dipilih sesuai dengan persyaratan institusi tujuan. Tes resmi, prediction test, dan tes kemampuan bahasa untuk kebutuhan internal memiliki fungsi serta penggunaan yang berbeda.
Selain sistem akademik, akses pembelajaran juga menjadi faktor yang memengaruhi konsistensi peserta. Pilihan kelas tatap muka dan daring dapat memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dengan aktivitas dan mobilitas berbeda.
Namun, kemudahan akses tetap perlu diimbangi struktur pembelajaran yang jelas. Kelas daring maupun tatap muka membutuhkan target belajar, materi, pembagian level, serta evaluasi berkala agar perkembangan kemampuan peserta dapat dipantau.
Calon peserta juga perlu memperhatikan legalitas lembaga dan kejelasan layanan pengujian kemampuan bahasa. Informasi mengenai badan atau yayasan yang menaungi lembaga, program yang ditawarkan, serta penerbit sertifikat tes perlu diperiksa sebelum mendaftar.
Lembaga Bahasa LIA telah bergerak di bidang pendidikan bahasa sejak 1959. Lembaga ini menyediakan program pembelajaran untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, hingga orang dewasa dan kalangan profesional.
Program yang tersedia mencakup General English, Conversation Program, persiapan tes, serta pembelajaran untuk kebutuhan profesional. Pengembangan kurikulum, materi, asesmen, dan kompetensi pengajar juga menjadi bagian dari sistem akademik lembaga tersebut.
Selain program pembelajaran, LIA mengembangkan layanan pengukuran kemampuan bahasa Inggris melalui LIA EPT Online. Tes kemampuan bahasa Inggris tersebut telah dirintis sejak 1977 dan hingga 2020 digunakan oleh lebih dari 600 institusi pendidikan, perusahaan, serta instansi pemerintah.
Dengan beragamnya kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris, calon peserta perlu memastikan program yang dipilih sesuai dengan tujuan belajar. Kualitas pengajar, sistem evaluasi, kesesuaian materi, serta kejelasan layanan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran.