Nasional

Mengenal istilah "gamers thumb" yang sering muncul saat main game

Mengenal istilah "gamers thumb" yang sering muncul saat main game

Jakarta (ANTARA) - Bermain game dalam waktu lama terkadang membuat ibu jari terasa pegal, kaku, bahkan nyeri. Kondisi ini sering dianggap sebagai kelelahan biasa akibat terlalu sering menekan tombol pada joystick atau layar ponsel.

Namun, jika rasa sakit terus muncul dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan yang dikenal sebagai gamer's thumb.

Istilah ini semakin sering digunakan untuk menggambarkan masalah pada ibu jari akibat gerakan berulang saat bermain game. Lantas, apa sebenarnya gamer's thumb, bagaimana gejalanya, dan apakah kondisi ini berbahaya?

Gamer's thumb merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan gangguan pada ibu jari akibat penggunaan berlebihan atau gerakan berulang ketika bermain video game.

Salah satu kondisi medis yang sering dikaitkan dengan masalah ini adalah de Quervain's tenosynovitis, yaitu gangguan pada tendon di sekitar pangkal ibu jari dan pergelangan tangan.

Tendon merupakan jaringan kuat yang menghubungkan otot dengan tulang dan membantu menggerakkan bagian tubuh. Pada kondisi de Quervain, selubung tendon mengalami penebalan atau iritasi sehingga pergerakan tendon menjadi lebih sulit dan menimbulkan rasa sakit.

Menurut American Society for Surgery of the Hand (ASSH), penggunaan perangkat elektronik yang membutuhkan gerakan ibu jari secara berulang dapat memicu keluhan seperti nyeri, pembengkakan, hingga kelemahan pada ibu jari.

Selain pemain game, kondisi serupa juga dapat dialami orang yang terlalu sering menggunakan ponsel untuk mengetik pesan atau melakukan aktivitas berulang lainnya.

Mengapa bermain game bisa memicu gamer's thumb?

Ketika bermain game, terutama melalui ponsel atau controller, ibu jari sering digunakan untuk melakukan berbagai gerakan dalam waktu singkat.

Misalnya, menekan tombol serangan, menggerakkan karakter, mengarahkan bidikan, hingga mengontrol berbagai fitur permainan.

Gerakan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan terus-menerus tanpa jeda, tendon dan jaringan di sekitar ibu jari dapat mengalami tekanan berulang.

Risikonya bisa semakin besar ketika seseorang bermain selama berjam-jam dengan posisi tangan yang kurang nyaman atau menggenggam controller terlalu kuat.

Sebuah laporan kasus yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Physical Medicine and Rehabilitation pada 1983 bahkan pernah mendokumentasikan kasus de Quervain pada seorang pemain video game akibat aktivitas bermain yang berkepanjangan.

Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara aktivitas bermain game dan gangguan tendon ibu jari bukan sekadar istilah populer di kalangan gamers.

Gejala gamer's thumb yang perlu dikenali

Gejala gamer's thumb dapat muncul secara bertahap maupun tiba-tiba. Keluhan biasanya terasa di sekitar pangkal ibu jari hingga bagian pergelangan tangan.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Nyeri pada pangkal ibu jari: Rasa sakit muncul ketika menggerakkan ibu jari, menggenggam controller, atau menekan tombol permainan.

  2. Pembengkakan: Area sekitar pangkal ibu jari atau pergelangan tangan terlihat membengkak dan terasa nyeri ketika disentuh.

  3. Ibu jari terasa kaku: Gerakan ibu jari menjadi terbatas atau terasa tidak nyaman ketika digunakan.

  4. Kekuatan genggaman menurun: Aktivitas sederhana seperti memegang gelas, membuka tutup botol, atau menggenggam benda menjadi lebih sulit.

  5. Sensasi tersangkut: Ibu jari terkadang terasa seperti tersangkut atau berbunyi ketika digerakkan.

Jika keluhan tersebut terus muncul, sebaiknya jangan menganggapnya sebagai pegal biasa.

Cara mencegah dan mengatasi gamer's thumb

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengurangi aktivitas yang memicu rasa sakit. Berikan waktu istirahat pada ibu jari dan hindari memaksakan diri untuk terus bermain ketika sudah muncul keluhan.

Selain itu, biasakan mengambil jeda secara berkala, mengubah posisi genggaman, dan tidak menekan tombol controller terlalu kuat.

Jika diperlukan, penggunaan kompres dingin dan bidai khusus yang membantu membatasi gerakan ibu jari serta pergelangan tangan dapat menjadi bagian dari penanganan awal.

Apabila nyeri tidak kunjung membaik, semakin parah, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera periksakan diri ke dokter. Penanganan medis dapat mencakup obat antinyeri atau antiradang, terapi fisik, hingga suntikan kortikosteroid sesuai kondisi pasien.