JAKARTA – Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV pada 20–22 November 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Forum tertinggi organisasi dai tersebut akan menjadi momentum konsolidasi, regenerasi kepemimpinan, sekaligus merumuskan arah gerakan dakwah dalam menghadapi tantangan umat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum PP IKADI, KH Ahmad Kusyairi Suhail, menjelaskan Munas IV mengangkat tema "Sinergi IKADI dalam Mewujudkan Umat Berdaulat dan NKRI Mandiri Menuju Indonesia Emas 2045", dengan tagline "IKADI Berdaya, Umat Berdaulat, Indonesia Kuat".
"Tema ini menegaskan komitmen IKADI untuk memperkuat peran dakwah dalam membangun umat yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi aktif terhadap pembangunan nasional," kata Kiai Kusyairi dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (7/11/2026).
Selain mengevaluasi program dan mengonsolidasikan organisasi, Munas IV juga akan membahas perubahan dan pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
Forum ini sekaligus menjadi ajang pemilihan Ketua dan Anggota Dewan Syura, Ketua Umum, serta Sekretaris Jenderal PP IKADI.
IKADI juga akan membahas berbagai persoalan aktual yang dihadapi umat dan bangsa. Pembahasan tersebut diharapkan melahirkan rekomendasi strategis sebagai bentuk kontribusi organisasi terhadap pembangunan umat dan bangsa.
Munas IV IKADI direncanakan diikuti sekitar 500 peserta. Mereka terdiri atas 380 perwakilan Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD), serta 120 orang dari unsur Dewan Syura dan Pengurus Pusat IKADI. Selain itu, panitia menargetkan sekitar 5.000 orang turut meramaikan rangkaian kegiatan tersebut.
Kiai Kusyairi memandang dai memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat.
Peran dai tidak sebatas menjadi pembimbing spiritual, tetapi juga sebagai pendidik, penggerak pemberdayaan masyarakat, penguat moralitas, perekat persatuan, dan mitra strategis pembangunan bangsa.
Terlebih, perkembangan era digital, perubahan sosial, dan berbagai persoalan kebangsaan membutuhkan dai yang memiliki kompetensi serta wawasan luas.
Dai juga dituntut mampu menghadirkan dakwah yang mencerahkan, relevan, dan memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.
"Dalam menghadapi tantangan era digital, perubahan sosial, persoalan kebangsaan, serta kebutuhan pemberdayaan umat, diperlukan dai yang memiliki kompetensi, wawasan luas, dan kemampuan menghadirkan dakwah yang mencerahkan serta solutif," kata Kiai Kusyairi.
Untuk memperkuat kapasitas tersebut, IKADI telah menyelenggarakan sejumlah program pra-Munas di tingkat nasional, wilayah, dan daerah. Salah satunya adalah Lomba Dakwah Digital Nasional IKADI (LDDNI) yang diikuti peserta dari berbagai daerah dan kelompok usia.
IKADI juga menggelar Majelis Quran IKADI (MQI) di berbagai kota dan provinsi hingga menjelang pelaksanaan Munas.