Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat realisasi serapan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar untuk nelayan setempat sebanyak 1.177.132 (1,2 juta) liter selama sembilan bulan terakhir atau periode Januari hingga September 2026.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Situbondo Hendrayono di Situbondo, Kamis, menyebutkan selama periode tersebut (Januari-September) telah diterbitkan sebanyak 1.106 rekomendasi barcode BBM solar subsidi untuk nelayan tradisional atau kapal nelayan skala kecil.
"Jadi, rekomendasi barcode BBM solar subsidi untuk nelayan ini rata-rata kuotanya atau jatah per kode batang sebanyak 625 liter per bulan, dan setiap tiga bulan sekali diperpanjang," katanya.
Menurut Hendrayono, ada sejumlah persyaratan yang wajib dilengkapi oleh para nelayan untuk memperoleh surat rekomendasi penerbitan barcode BBM solar subsidi pemerintah tersebut, di antaranya pas kecil atau bukti kepemilikan atau izin operasional kapal nelayan yang dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan.
Kemudian, identitas pemilik kapal nelayan mulai dari fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga (KK), dokumentasi kapal nelayan tampak samping dan depan, serta NPWP khusus kapal nelayan skala besar.
Untuk penetapan kuota BBM solar subsidi, katanya, nantinya disesuaikan dengan data yang diinput ke dalam aplikasi X-Star milik Pertamina untuk menghitung alokasi secara otomatis.
"Contohnya, seperti kapal nelayan dengan mesin 24 PK mendapatkan kuota sebanyak 625 liter per bulan. Surat rekomendasi BBM solar subsidi berlaku selama tiga bulan," kata Hendrayono.
Ia menambahkan pembelian BBM solar subsidi bagi nelayan berpatokan pada sistem kuota bulanan, dan apabila kuotanya habis dalam dua minggu, maka sistem otomatis tertutup, dan nelayan baru bisa membeli jatah BBM bersubsidi tersebut pada bulan berikutnya.