Nasional

Pemkot Surabaya percepat "overlay" Jalan Bratang Binangun

Pemkot Surabaya percepat "overlay" Jalan Bratang Binangun

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pekerjaan peninggian dan pengaspalan (overlay) Jalan Raya Bratang Binangun sebagai bagian dari upaya penanganan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Dedy Purwito di Surabaya, Jumat, mengatakan pembenahan drainase di sisi timur dan barat jalan telah rampung dan selanjutnya pekerjaan difokuskan pada peninggian badan jalan melalui proses overlay.

"Jadi, Bratang Binangun itu salah satu lokasi yang terdampak genangan dan harus kita tangani," katanya.

Dedy menjelaskan pengerjaan lanjutan dijadwalkan mulai pukul 21.00 WIB dengan panjang sekitar 150 meter dan lebar 5 meter bersama Polsek Gubeng untuk mengatur akses kendaraan di sekitar lokasi proyek.

Ia mengatakan pekerjaan pada sisi timur dimulai dari perempatan Jalan Ngagel Jaya Selatan ke arah selatan. Sementara itu, pengaturan lalu lintas di sisi barat akan menyesuaikan kebutuhan ruang gerak alat berat selama proses pengaspalan berlangsung.

"Kalau misalkan terpaksa, karena pergerakan alat berat untuk sisi sebelah barat itu butuh ruang, nanti kita koordinasi dengan Polsek," ujar dia.

Dedy menambahkan akses jalan di sisi timur akan ditutup selama pekerjaan berlangsung. Adapun penutupan di sisi barat bersifat situasional, bergantung pada kebutuhan ruang kerja dan kondisi di lapangan. "Kalau yang timur kita tutup. Kalau yang barat (penutupan) tentatif. Kita kerja sama dengan Polsek Gubeng," ujarnya.

Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah menjelaskan penempatan material pada malam hari merupakan bagian dari strategi percepatan pekerjaan. Material direncanakan diratakan dan langsung diaspal sebelum aktivitas masyarakat meningkat pada pagi hari.

Namun, pelaksanaan di lapangan mengalami kendala teknis setelah alat motor grinder yang disiapkan untuk meratakan material mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat proses perataan tidak dapat dilakukan sesuai jadwal.

"Jadi, kemarin teman-teman itu inisiatif, ini kita sekalian. Jadi kita kasih agregat, kita padati, langsung kita aspal, supaya cepat. Tapi, alat yang kita siapkan itu motor grinder rusak," ujar Hidayat.