Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan terus memantau ketersediaan stok
Kupang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menjadi 35 ribu liter per hari dari sebelumnya 25 ribu liter guna memperkuat ketahanan energi dan memperluas akses masyarakat di Kabupaten Lembata.
“Peningkatan pasokan sebesar 40 persen itu sejalan dengan mulai beroperasinya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baru di Kabupaten Lembata yang diharapkan dapat mengurai antrean sekaligus memperluas jangkauan pelayanan energi bagi masyarakat,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi dari Surabaya, Minggu.
Dia mengatakan pengoperasian SPBU baru tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.
Ahad mengatakan beroperasinya SPBU baru ini merupakan bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas akses energi bagi masyarakat Lembata.
Operasional perdana SPBU tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan pelayanan dan distribusi energi di wilayah itu.
Pada hari pertama operasional, produk Pertamax mendapat respons positif dari masyarakat yang ditandai dengan tingginya antusiasme pembelian.
Selain penambahan fasilitas pelayanan, Pertamina juga merencanakan penguatan pasokan pada 9 November 2026, yang meliputi tambahan Pertalite sebanyak 10 ribu liter, Pertamina Dex 5.000 liter, dan Biosolar 5.000 liter.
Dengan tambahan tersebut, total suplai BBM harian yang direncanakan meningkat dari 25 ribu liter menjadi 35 ribu liter untuk mengantisipasi perkembangan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan stok.
“Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan terus memantau ketersediaan stok, realisasi penyaluran, serta perkembangan konsumsi BBM secara berkala,” tambah dia.
Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan keberadaan SPBU baru mampu mendukung pemerataan akses BBM dan mengurangi konsentrasi antrean pada SPBU yang sebelumnya melayani masyarakat.