Surabaya (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui kegiatan monitoring secara intensif kepada mitra Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah kerja.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra, di Surabaya, Kamis, mengatakan kegiatan monitoring ini berlangsung setiap hari selama dua pekan ke depan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan penyaluran beras SPHP berjalan sesuai ketentuan.
"Sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan dalam proses distribusi hingga ke tangan konsumen akhir," katanya.
Ia mengatakan, tim Perum Bulog Kanca Surabaya dalam pelaksanaannya melakukan pengecekan secara langsung terhadap aktivitas penjualan beras SPHP di masing-masing mitra Penyalur terdaftar.
"Pemeriksaan meliputi total pembelian, rata-rata pembelian beras SPHP, volume penjualan, serta kesesuaian mekanisme penyaluran dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
Ia mengemukakan, langkah pengawasan ini juga dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya perhatian atas praktik penyalahgunaan beras SPHP.
"Khususnya modus pengemasan ulang beras SPHP dari kemasan 5 kilogram menjadi kemasan 50 kilogram yang kemudian berpotensi dipasarkan kembali sebagai beras premium," katanya.
Ia mengatakan, beras SPHP merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di masyarakat serta menekan laju inflasi.
Oleh karena itu, kata dia, setiap mitra penyalur diharapkan menjalankan kegiatan penjualan secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab, dengan memperhatikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP sebesar Rp12.500 per kilogram.
"Kami akan melaksanakan monitoring secara rutin setiap hari kepada seluruh mitra penyalur yang telah bertransaksi di wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya," katanya.
Ia menjelaskan bahwa program SPHP memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan harga beras di pasaran, sehingga pengawasan terhadap rantai distribusi menjadi salah satu prioritas Perum Bulog.
"Pengawasan akan kami lakukan secara menyeluruh di wilayah kerja Kanca Surabaya, meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. Harapan kami, melalui monitoring yang dilakukan secara intensif ini, penyaluran beras SPHP dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran," katanya.