Nasional

PGSI hormati keputusan tuan rumah yang coret gulat dari SEA Games 2027

PGSI hormati keputusan tuan rumah yang coret gulat dari SEA Games 2027

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) Gusti Randa menghormati keputusan tuan rumah Malaysia yang mencoret cabang gulat dari SEA Games 2027.

Gusti Randa mengatakan bahwa tentunya dengan pencoretan gulat dari cabang yang dipertandingkan di SEA Games 2027 akan berpengaruh dalam perolehan medali Indonesia nantinya.

Meski demikian, ia tetap menghormati keputusan dari tuan rumah Malaysia yang memang mempunyai hak atas penentuan cabang yang dipertandingkan dalam SEA Games 2027.

"Kami dari PGSI memberitahu bahwa gulat yang tidak dipertandingkan itu ya sudah kami menerima. Karena itu kan NOC-nya Malaysia yang buat (keputusan)," kata Gusti Randa saat ditemui pewarta di Jakarta, Jumat.

Gusti Randa mengungkapkan bahwa dengan dicoretnya gulat dari ajang antar negara se-Asia Tenggara tersebut tentu sangat memukul psikologi para atlet.

Terlebih gulat Indonesia merupakan salah satu cabang yang berprestasi dengan mengoleksi satu emas, lima perak, dan dua perunggu pada SEA Games Thailand 2025.

"Atlet tentunya kecewa ya karena sekarang ini kami punya sistem pemusatan latihan (TC) yang berkelanjutan. Meskipun tidak ada event kami tetap TC," ujar Gusti Randa.

Ke depannya, Gusti Randa berharap Federasi Gulat Asia Tenggara sekaligus juga United World Wrestling (UWW) mencarikan alternatif turnamen pengganti dari SEA Games 2027.

Menurut Gusti Randa, turnamen alternatif tersebut sangat penting sebagai tolok ukur para atlet yang saat ini wadahnya tidak ada setelah pencoretan cabang gulat dari SEA Games 2027.

Selain gulat, Malaysia juga tidak mempertandingkan sejumlah cabang lainnya diantaranya yakni panjat tebing, dayung, hingga voli pantai.