Politik

PKB Jabar Gagas Sosialisme Islam untuk Perjuangkan Keadilan Sosial

PKB Jabar Gagas Sosialisme Islam untuk Perjuangkan Keadilan Sosial

BANDUNG — PKB Jabar mendorong gagasan Sosialisme Islam sebagai landasan perjuangan politik untuk mewujudkan keadilan sosial dan memperkuat keberpihakan terhadap kepentingan rakyat. Gagasan tersebut dinilai relevan di tengah persoalan demokrasi liberal yang dianggap belum mampu melepaskan diri dari pengaruh kapitalisme dan dominasi oligarki.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia kegiatan, Sidkon Djampi. Dirinya mengatakan rangkaian Diskusi dan Penguatan Dewan Syura serta Pembentukan Majelis Silaturahim Ulama Rakyat (MASURA) DPW PKB Jabar berlangsung lancar. Sidkon yang juga menjabat Sekretaris Dewan Syura DPW PKB Jabar menyampaikan hal tersebut kepada Republika pada Ahad (8/11/2026).

Dia berharap seminar tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu memberikan pencerahan bagi umat dan para intelektual muda. Menurut Sidkon, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan serta membangun pemahaman mengenai Sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan dalam menjawab persoalan kebangsaan.

Sidkon berharap pemikiran yang berkembang dalam seminar dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam memperkuat nilai keadilan sosial, kebersamaan, dan keberpihakan terhadap kelompok masyarakat kecil.

Kegiatan yang berlangsung di Grand Pasundan Convention Centre, Bandung, Jumat (6/11/2026), mengangkat tema Siyasah dan Harokah Sosialisme Islam. Diskusi tersebut menghadirkan Sekretaris Dewan Syura DPP PKB KH Saifullah Ma'shum dan Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda. Hadir pula Ketua Dewan Syura DPW PKB Jabar KH Aceng Adang Ruhiyat serta ratusan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.

Saifullah Ma'shum mengatakan, nilai-nilai sosialisme sejatinya telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya kalangan Nahdlatul Ulama (NU), santri, dan masyarakat pedesaan. Nilai tersebut tercermin melalui tradisi kebersamaan, gotong royong, serta kepentingan bersama.

Menurut dia, Sosialisme Islam memiliki substansi keberpihakan kepada kelompok mustad'afin atau masyarakat lemah yang kerap mengalami ketidakadilan. Prinsip tersebut juga menekankan kesetaraan dan pemerataan hak agar sumber daya tidak hanya dikuasai segelintir kelompok.

Dia menilai demokrasi liberal dan strategi kapitalisme belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan kebangsaan, kerakyatan, dan keumatan. Karena itu, Sosialisme Islam ditawarkan sebagai alternatif perjuangan politik.

Sementara itu, Syaiful Huda menilai perjalanan demokrasi Indonesia masih terlalu banyak mengakomodasi kepentingan kapitalisme dan oligarki. Menurut dia, demokrasi semestinya menjadi instrumen perjuangan yang mengutamakan kepentingan masyarakat luas.

Melalui kegiatan tersebut DPW PKB Jabar, kata Sidkon, dirinya berharap gagasan Sosialisme Islam dapat memperkaya perspektif kader sekaligus memperkuat peran ulama dan intelektual dalam perjuangan sosial kemasyarakatan.