Nasional

Polres Bekasi siaga 433 personel tanggap banjir, tekan dampak bencana

Polres Bekasi siaga 433 personel tanggap banjir, tekan dampak bencana
Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa melalui evakuasi cepat terhadap kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil maupun penyandang disabilitas

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi, Jawa Barat, menyiagakan ratusan personel tanggap darurat banjir yang akan ditugaskan di lapangan untuk meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi terhadap warga seiring peralihan musim kemarau ke hujan saat ini.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan para personel gabungan lintas sektor terkait ini akan disebar ke sejumlah titik rawan banjir berdasarkan hasil mitigasi bersama pemerintah daerah setempat.

"Kabupaten Bekasi memiliki sejumlah wilayah rawan banjir, terutama yang berada di sekitar aliran sungai besar seperti Kali Citarum, Kali Bekasi, Kali Cikarang dan Kali Jambe. Fokus penanganan petugas nanti di sekitar area tersebut," katanya di Cikarang, Jumat.

Ia menyebut petugas siaga berjumlah 433 orang terdiri atas 145 anggota Polres Metro Bekasi, 74 personel polsek jajaran, 40 prajurit Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, 44 anggota Satbrimob Batalyon D Pelopor Polda Metro Jaya, 30 personel BPBD Kabupaten Bekasi serta 30 petugas Satpol PP.

Sisanya merupakan kekuatan pendukung yang berasal dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, petugas pengamanan pengelola kawasan industri, Pokdarkamtibmas serta relawan Banser.

Kapolres menekankan aspek kesiapsiagaan sebagai prosedur tetap yang mutlak dilakukan sebelum suatu bencana terjadi, bukan setelah menimbulkan korban baik kerugian material terlebih kehilangan nyawa.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa melalui evakuasi cepat terhadap kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil maupun penyandang disabilitas," katanya.

Ia meminta segenap instansi serta pemangku kepentingan terkait memperkuat koordinasi tanpa mengedepankan ego sektoral. Kelayakan sarana dan prasarana penanganan bencana, seperti perahu karet dan tenda pengungsian, harus dipastikan siap digunakan sewaktu-waktu.

"Selain penanganan dan evakuasi korban banjir, petugas juga akan meningkatkan patroli di kawasan permukiman yang ditinggalkan penghuni guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan selama warga berada di pengungsian," katanya.