Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempererat koordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengatasi dugaan maraknya aksi pencopetan di kawasan Flyover , Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan dirinya akan meningkatkan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat, untuk menangani aksi pencopetan di kawasan Flyover Kampung Melayu.
“Flyover yang seberang tadi, mungkin nanti saya akan lebih koordinasi lagi dengan pihak TNI dan Polri serta stakeholder masyarakat di sini,” kata Pramono kepada media di Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).
Pramono berharap pembangunan Posko Jaga Jakarta di kawasan tersebut dapat menekan aksi kriminalitas dan mempermudah penanganannya.
“Apalagi dengan dibangunnya Posko Jaga Jakarta, mudah-mudahan akan lebih pergerakannya ke daerah seberang itu akan lebih cepat,” jelas Pramono.
Akan Kerahkan Tim Atasi Pencopetan
Sebelumnya, Pramono juga berjanji segera menurunkan tim untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
"Saya segera turunkan tim untuk itu," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Pramono merespons pertanyaan wartawan mengenai unggahan di media sosial yang mengingatkan penumpang TransJakarta agar mewaspadai dugaan aksi pencopetan di halte tersebut.