JAKARTA -- Sekitar 20 ribu pasukan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dikerahkan ke ibu kota sejak beberapa hari lalu. Pengerahan pasukan itu dilakukan salah satunya untuk menjaga stabilitas keamanan Republik Indonesia.
Berdasarkan pantauan Republika, aktivitas di sejumlah wilayah Jakarta masih normal sejak adanya pengerahan pasukan. Belum terlihat adanya pergerakan pasukan TNI yang menonjol di sejumlah tempat di ibu kota.
Republika mencoba mendatangi Markas Komando Korps Marinir di Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/11/2026) sore. Di markas itu, tidak ada aktivitas pasukan dalam jumlah besar. Dari pantauan di lapangan, hanya ada sejumlah prajurit yang berjaga di depan gerbang masuk Markas Komando Korps Marinir.
Salah seorang warga di sekitar Markas Komando Korps Marinir, Krastawi (76 tahun), mengatakan tidak ada aktivitas keluar masuk pasukan dalam jumlah besar dalam beberapa hari terakhir. Menurut dia, aktivitas di markas TNI itu terlihat normal seperti hari-hari sebelumnya.
"Dari kemarin biasa aja sih. Enggak ada banyak pasukan yang masuk ke sini, tapi enggak tahu di tempat lain," kata dia kepada Republika, Jumat.
Laki-laki yang sudah sejak tahun 1976 bekerja di dekat Markas Komando Korps Marinir itu mengaku telah mendapatkan kabar bahwa Jakarta menerapkan status Siaga 1 dari informasi di media sosial. Namun, ia menilai, tidak ada yang berubah dari kondisi di Jakarta beberapa terakhir.
"Kalau di sini, biasa itu ada satu kompi gantian jaga setiap bulan untuk jaga. Tapi itu mah dari dulu seperti itu," kata Krastawi.
Dari pantauan Republika sejak beberapa hari terakhir, khususnya di sekitar kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, tidak ada penjagaan khusus dari pasukan TNI. Arus lalu lintas di kawasan itu juga masih terpantau normal tanpa adanya penutupan jalan.