Liputan6.com, Jakarta - Ajang 2026 sukses diselenggarakan dengan menghadirkan 31 finalis terbaik dari berbagai daerah di Tanah Air. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-9, kompetisi ini kembali menjadi wadah bagi remaja putri untuk mengembangkan potensi, kecerdasan, karakter, prestasi, hingga kecintaan terhadap budaya bangsa.
Pada malam Grand Final yang berlangsung pada 1 November 2026 di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, Nasya Caroline Ramadhani dari Kalimantan Timur berhasil membawa pulang gelar Puteri Remaja Indonesia 2026. Sementara itu, empat finalis lainnya turut meraih gelar utama dalam kategori pariwisata, lingkungan, budaya, dan pendidikan.
Founder Puteri Remaja Indonesia, Derry Dahlan, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan tahun ini. Ia menegaskan bahwa ajang tersebut bukan sekadar kompetisi kecantikan, melainkan juga proses pembinaan untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Konsisten Membina Remaja Putri Indonesia Selama Sembilan Tahun
Puteri Remaja Indonesia pertama kali diselenggarakan pada 2018. Selama sembilan tahun perjalanan, ajang ini terus berupaya menghadirkan ruang bagi remaja putri Indonesia untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter.
"Sembilan tahun kami konsisten membina remaja putri Indonesia untuk menjadi remaja yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan berbudaya. Dari tahun ke tahun kualitas peserta semakin luar biasa," ujar Derry Dahlan.
Puteri Remaja Indonesia 2026 diikuti oleh 31 finalis berusia 14 hingga 18 tahun yang berasal dari berbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua. Para peserta merupakan puteri pilihan daerah yang tidak hanya memiliki potensi penampilan, tetapi juga prestasi, kemampuan advokasi, serta karakter yang kuat.
Sebelum malam Grand Final, para finalis menjalani masa karantina selama enam hari, mulai 27 Oktober hingga 1 November 2026 di Hotel Yello Harmoni, Jakarta Pusat. Selama periode tersebut, peserta memperoleh berbagai pembekalan, seperti Public Speaking, Beauty Class, Catwalk, Table Manner, dan Deep Interview.
Proses penilaian pun dilakukan secara menyeluruh melalui sejumlah aspek, mulai dari Beauty, Brain & Behavior, Catwalk & Stage Presence, Advocacy & Public Speaking, hingga performa peserta selama masa karantina.