menampilkan permainan solid di saat membela menghadapi Bodo/Glimt di Stadion Aspmyra, Bodo, Norwegia, Rabu (4/11) dini hari waktu Indonesia.
Bermain sebagai full back dalam era kekinian bukan tugas mudah. Terlebih tampil di ajang macam Liga Champions.
Verdonk membuktikan kemampuan sebagai penghuni full back kiri yang prima. Bertahan dan menyerang sama-sama bagus. Defensif dan ofensif oke.
Atas penampilan yang berkualitas, Verdonk mendapat ganjaran nilai di atas 7 dari beberapa situs penyedia rating.
Pemain Timnas Indonesia itu mendapat poin 7,8 dari Fotmob. Ini merupakan rating tertinggi yang Verdonk dapat dibandingkan situs-situs lain.
Sementara berdasarkan pantauan Soccerway, Verdonk mendapat 7,7. Menurut Sofascore Verdonk layak diganjar 7,4. Sedangkan Whoscored memberi poin 7,3.
Dari keempat situs tersebut, poin Verdonk hanya kalah dari kiper Berke Ozer dan bersaing dengan penyerang sayap kiri Soriba Diaoune.
Di luar penilaian situs-situs penyedia rating itu, Liga Champions menganugerahkan penghargaan pemain terbaik kepada Verdonk. Ini juga merupakan bukti sahih dari kelas permainan pemain 29 tahun tersebut.
Liga Champions musim ini merupakan kesempatan pertama Verdonk berlaga dalam ajang antarklub Eropa nomor satu tersebut. Pada musim-musim yang lalu, Verdonk belum pernah main di Liga Champions.
Verdonk baru merasakan atmosfer persaingan di kompetisi level kontinental Eropa setelah pindah ke Lille. Musim lalu bersama Les Dogues, Verdonk merasakan tujuh kali bermain di Europa League.
Sementara musim ini Verdonk sudah tiga kali bermain di Liga Champions dan menorehkan 192 menit bermain.