JAKARTA — Seorang warga dari wilayah perbatasan Kalimantan Utara, Haji Alwan Saputra (56), mengaku rela menempuh perjalanan jauh dengan biaya sekitar Rp 10 juta demi menyaksikan langsung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Alwan mengaku datang seorang diri dari Kalimantan Utara. Dia menyebut kehadirannya bukan sebagai relawan maupun perwakilan partai politik, melainkan atas inisiatif pribadi untuk memberikan dukungan moral kepada Jokowi.
"(Datang) Sendiri, saya jauh-jauh hadir di sini untuk memberikan dukungan moral," kata Alwan saat ditemui di PN Jakarta Timur.
Dia juga menegaskan, dirinya tidak datang bersama rombongan ataupun mendapatkan fasilitas transportasi dan penginapan dari pihak tertentu.
"Bukan relawan, bukan partai," ujarnya.
Alwan mengaku mengetahui informasi mengenai kehadiran Jokowi dalam persidangan melalui media sosial. Dia kemudian memutuskan datang karena merasa memiliki kedekatan emosional dengan kepemimpinan Jokowi selama dua periode menjadi presiden.
"Paling tidak, sebagai rakyat yang selama 10 tahun, ya, pertama kami di perbatasan sangat merasakan berkat beliau, baik secara langsung menjadi presiden maupun hasil pembangunan-pembangunannya, termasuk IKN dan strategis nasional," kata Alwan.
Menurutnya, masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara merasakan dampak pembangunan selama pemerintahan Jokowi. Dia menilai pembangunan tersebut membuat masyarakat di perbatasan semakin bangga menjadi bagian dari Indonesia.
"Karena kami di perbatasan selama ini sangat tertinggal dengan negara lain, Malaysia. Alhamdulillah, berkat beliau, kita sudah bangga menjadi warga Indonesia," ujarnya.
Terkait perkara tudingan ijazah palsu yang menyeret Jokowi, Alwan mengaku menyerahkan proses pembuktiannya kepada persidangan. Dia berharap perkara tersebut dapat diselesaikan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di pengadilan.
"Seperti ijazah ini, memang belum kita pastikan juga asli atau tidak. Tapi kan selama ini sudah dibully, diputar-putar," katanya.
Meski demikian, Alwan berharap ijazah Jokowi dapat dibuktikan keasliannya dalam persidangan.
"Sesuai fakta-fakta saja. Karena yang dijelaskan ini pembuktian ijazah. Mudah-mudahan itu asli," ujarnya.
Dia juga mengaku sengaja datang untuk menyaksikan langsung Jokowi menghadapi proses hukum di pengadilan. Menurut dia, kehadiran Jokowi merupakan sikap kesatria.
"Seorang yang gentleman, ya. Selama ini beliau tidak mau terlalu ... Betul, di pengadilan inilah," kata Alwan.
Alwan menambahkan, dirinya berharap polemik yang berkaitan dengan Jokowi tidak terus menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Dia juga meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil peran untuk meredakan situasi tersebut.
"Ambil peranlah Pak Prabowo di sini," ujarnya.