Kediri (ANTARA) - Sekitar 20.000 santri Pondok Pesantren Lirboyo, Jawa Timur menggelar shalat Istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau berkepanjangan yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri HM Abdul Mu'id Shohib mengatakan pelaksanaan shalat Istisqa ini dilakukan dengan latar belakang kondisi kemarau berkepanjangan yang melanda Kediri dan sekitarnya.
"Hujan belum kunjung turun secara merata, dampaknya sumur pompa warga maupun pondok banyak yang menyusut drastis hingga harus digali lebih dalam," katanya di Kediri, Jumat.
Ia menambahkan minimnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penyusutan, sehingga warga dan lingkungan pesantren harus memperdalam sumur pompa untuk mendapatkan air.
Dengan shalat ini, diharapkan hujan segera turun, sehingga masyarakat umum maupun petani juga terbantu.
"Melalui shalat Istisqa ini, kami bersama-sama memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa berkah," kata Gus Mu'id, sapaan akrabnya.
Shalat sunah meminta hujan itu berlangsung di halaman depan Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Ibadah tersebut dipimpin langsung Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Rangkaian ibadah tersebut diawali dengan shalat sunah dua rakaat secara berjamaah, dilanjutkan khutbah dan doa bersama.
Dalam khutbahnya, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus mengajak jamaah memperbanyak istighfar, bertobat, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Ajakan tersebut merujuk pada Al Quran Surah Nuh ayat 10-12 yang menjelaskan tentang perintah memohon ampunan kepada Allah SWT sebagai bagian dari ikhtiar memohon turunnya hujan dan keberkahan.
Seluruh rangkaian ibadah tersebut berlangsung khusyuk hingga khutbah dan doa penutup selesai.
Pihak Pondok Pesantren Lirboyo Kediri berharap pelaksanaan shalat Istisqa tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon berakhirnya kekeringan serta turunnya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam kegiatan itu, sejumlah pejabat daerah juga mengikuti shalat berjamaah tersebut, di antaranya Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha, Kapolres Kediri Kota dan jajaran Forkopimda Kota Kediri lainnya.