Samsung mengungkap proses pengembangan Galaxy Z Fold8, HP layar lipat berbobot 201 gram. Di balik desain tipis dan ringannya, perangkat ini dirancang dengan memperhatikan keandalan layar, engsel, rangka, hingga komponen di dalamnya.
Menurut Samsung, Galaxy Z Fold8 Series menjalani lebih dari 100 jenis pengujian validasi keandalan. Pengujiannya mencakup pelipatan berulang, benturan akibat terjatuh, tekanan, kelembapan, hingga paparan partikel.
Angka lebih dari 100 tersebut mengacu pada ragam pengujian, bukan batas jumlah layar dapat dilipat. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana perangkat menghadapi berbagai tekanan dan kondisi penggunaan.
Galaxy Z Fold8 Lewati Lebih dari 100 Pengujian Ketahanan
Dalam penjelasan resminya, Samsung menyebut tantangan pengembangan HP lipat tidak berhenti pada kekuatan engsel atau layar secara terpisah.
Layar, engsel, rangka, dan struktur internal harus mampu bekerja sebagai satu kesatuan saat perangkat dibuka, ditutup, maupun menerima tekanan. Karena itu, pengujian tidak hanya menilai ketahanan masing-masing komponen, tetapi juga interaksi antarbagiannya.
Sebagai contoh, engsel harus bergerak dengan lancar tanpa mengganggu perlindungan layar. Rangka juga perlu menopang perangkat tanpa membuat bodinya terlalu tebal dan berat.
Samsung menjelaskan bahwa pengalaman mengembangkan delapan generasi HP lipat membantu perusahaan mengenali bagian yang rentan mengalami tekanan. Pemahaman tersebut digunakan untuk memperkuat bagian penting sambil mengoptimalkan desain perangkat.
Namun, pengujian keandalan bukan jaminan Galaxy Z Fold8 kebal terhadap seluruh bentuk kerusakan. Paparan partikel dalam pengujian juga tidak berarti perangkat sepenuhnya kedap debu. Pengguna tetap perlu menjaga layar lipat dari tekanan berlebihan, benturan keras, dan benda tajam.
Rahasia Galaxy Z Fold8 Bisa Tipis dan Ringan
Galaxy Z Fold8 memiliki bobot 201 gram dengan ketebalan 4,5 mm saat dibuka dan 9,7 mm ketika dilipat. Dalam catatan spesifikasinya, Samsung menyebut pengukuran ketebalan saat terbuka tidak mencakup bingkai layar utama.
Untuk menghasilkan desain tersebut, Samsung meninjau sekitar 270 komponen dan lebih dari 180 jenis komponen pendukung. Optimalisasi menyentuh layar, engsel, rangka, hingga susunan komponen internal.
Material dipilih berdasarkan fungsi dan kebutuhan mekanis setiap bagian. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Flex Titanium, yang memadukan lapisan paduan titanium sangat tipis dengan pelat penyangga titanium yang diperkuat.
Menurut Samsung, teknologi tersebut membantu mengurangi ketebalan modul layar hingga 10%, sekaligus mendukung kekuatan dan fleksibilitasnya saat perangkat dilipat.
Pada bagian rangka, Samsung menggunakan Advanced Armor Aluminum untuk meningkatkan kekakuan struktur dan ketahanan terhadap perubahan bentuk permanen tanpa menambah bobot secara berlebihan.
Pengembangan juga mencakup pengelolaan daya dan panas. Samsung menyebut penggunaan dual-path charging architecture pada Fold8 dan Fold8 Ultra sebagai bagian dari optimalisasi sistem pengisian.
Rangkaian rekayasa dan pengujian itu memperlihatkan bahwa desain HP lipat yang tipis memerlukan penyesuaian banyak komponen, dengan mempertimbangkan bobot, ruang internal, dan keandalan perangkat.