Politik

Soal Isu Pemakzulan Gibran, Surya Paloh: Tak Ada Jalan Lain Kalau Semua Persyaratan Terpenuhi

Soal Isu Pemakzulan Gibran, Surya Paloh: Tak Ada Jalan Lain Kalau Semua Persyaratan Terpenuhi

JAKARTA -- Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan pemakzulan terhadap Wapres Gibran Rakabuming Raka mau tidak mau bisa dilakukan kalau semua persyaratannya sudah dipenuhi. Tapi Paloh menilai hal itu bukan merupakan kabar gembira bagi situasi bernegara.

Hal itu disampaikan Paloh usai kegiatan NasDem Bugar Berbagi pada Ahad (8/11/2026) di Lapangan Banteng, Jakarta. Paloh awalnya merasa prihatin dengan kondisi negara saat ini dengan munculnya isu pemakzulan.

"Saya sudah katakan, yang pertama ini, saya harus katakan lagi, rasa keprihatinannya. Kalau pun ditambah kalimat yang penting, kesedihan, ini bukan kegembiraan bagi kita sebagai anak bangsa ini, siapa yang gembira dengan permasalahan ini? Iya kan? Ini adalah satu situasinya yang harusnya memprihatinkan bagi kita," kata Paloh kepada awak media dalam kesempatam itu.

Paloh mengingatkan Prabowo-Gibran merupakan pasangan dalam Pilpres 2024. Sehingga rakyat dinilai sudah menaruh amanah kepada mereka lewat Pilpres 2024 untuk memimpin hingga 2029.

"Ini kan pasangan presiden dan calon presiden yang bersama-sama, sebagian besar rakyat Indonesia memberikan amanah kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan mereka sampai batas pemilu berikutnya, 2029. Kita ini sekarang berada, masih nih, masih 2 tahun lebih sedikit saja, masih 3 tahun lagi ke depan.

Nah, itu yang saya katakan ini kesedihan," ujar Paloh.

Walau demikian, Paloh mengungkapkan tak bisa membendung wacana pemakzulan terhadap Gibran kalau semua persyaratan terpenuhi. Paloh merasa situasi ini bukan hal yang membawa kegembiraan dalam bernegara.

"Kalau semua persyaratan sudah terpenuhi, tidak ada jalan lain lagi, tidak ada jalan lain, ya apa kita harus lalukan jalan aja apa yang terbaik untuk kemajuan kita berbangsa dan bernegara. Tapi bukan kita menyambut ini dengan rasa kegembiraan," ucap Paloh.