Ekonomi

Teken PKS KPPS, Kementerian UMKM dan PNM Dukung Pemberdayaan Perempuan

Teken PKS KPPS, Kementerian UMKM dan PNM Dukung Pemberdayaan Perempuan

JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) pembiayaan Kredit Program Perempuan Prasejahtera (KPPS) di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Direktur Utama PNM Kindaris menyampaikan, kerja sama tersebut mempertegas komitmen PNM dan Kementerian UMKM dalam memperluas kesempatan perempuan prasejahtera untuk mengembangkan usaha dan membangun masa depan yang lebih baik.

Kindaris meyakini potensi ekonomi Indonesia tidak hanya tumbuh di pusat-pusat bisnis dan kawasan industri. Menurut dia, potensi besar juga ada di dapur-dapur rumah sederhana, warung kecil, dan tangan perempuan yang setiap hari berjuang menghidupi keluarganya.

"Sayangnya, potensi besar tersebut tidak selalu diikuti dengan akses yang memadai terhadap layanan keuangan formal. Di sinilah PNM ingin mengambil peran," ujar Kindaris dalam acara penandatanganan PKS KPPS di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Melalui program PNM Mekaar, perusahaan ingin hadir lebih dekat dengan perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha, termasuk menjangkau mereka yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pemberdayaan. Kindaris mengatakan, PNM tidak ingin sekadar memberikan modal, melainkan juga menyediakan pendampingan, literasi keuangan, pelatihan usaha, dan kesempatan untuk membangun jejaring ekonomi.

"Kami percaya perempuan tidak kekurangan semangat untuk maju. Sering kali yang mereka butuhkan adalah kesempatan dan kepercayaan untuk memulai," ucap Kindaris.

Melalui kerja sama KPPS, PNM optimistis dapat memperluas jangkauan pemberdayaan terhadap perempuan prasejahtera. Hal ini diharapkan mendorong semakin banyak usaha perempuan prasejahtera berkembang, meningkatkan pendapatan keluarga, dan membangun kemandirian masyarakat.

Kindaris menyebut PNM tidak mungkin menjalankan misi besar ini sendirian. Menurut dia, kolaborasi dengan pemerintah menjadi kunci dalam meningkatkan inklusivitas akses keuangan dan pemerataan pembangunan ekonomi.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian UMKM dan pemerintah atas dukungan serta keberpihakan terhadap penguatan ekonomi perempuan prasejahtera," kata Kindaris.

Di tempat yang sama, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi dedikasi PNM dalam memperkuat pemberdayaan perempuan prasejahtera. Maman menyampaikan, PNM Mekaar merupakan program penyangga ekonomi masyarakat bawah yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto.

"Ini program yang sangat bagus, sangat ditunggu-tunggu penantian panjang dari ibu-ibu yang tergabung dalam program Mekaar ini, kurang lebih mungkin 10-15 tahun terakhir," ujar Maman.

Maman mengatakan, penandatanganan PKS KPPS ini menjadi implementasi konkret dalam menjalankan program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Dia menyampaikan, Kementerian UMKM dan PNM Mekaar akan melaksanakan program ini secara bertahap melalui proyek percontohan (pilot project) untuk 1.000 hingga 2.000 nasabah pada tahap awal.

"Jadi sekali lagi, saya berikan aplaus buat PNM, saya mohon sekali kepada PNM agar jaga betul program ini, realisasikan secara baik, secara benar dan yang terpenting tepat sasaran, terukur, serta bermanfaat," kata Maman.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dan Direktur Utama PNM Kindaris dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) pembiayaan kredit program perempuan prasejahtera (KPPS) antara Kementerian UMKM dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dan Direktur Utama PNM Kindaris dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) pembiayaan kredit program perempuan prasejahtera (KPPS) antara Kementerian UMKM dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (4/11/2026). - (Muhammad Nursyamsi/Republika)