Nasional

Tim Gabungan Temukan Cockpit Voice Recorder Helikopter yang Jatuh saat Tangani Karhutla

Tim Gabungan Temukan Cockpit Voice Recorder Helikopter yang Jatuh saat Tangani Karhutla

Liputan6.com, Jakarta - Tim Gabungan TNI dan Basarnas menemukan cockpit voice recorder diduga milik yang jatuh saat padamkan di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Benda tersebut ditemukan pada Minggu (8/11/2026), dalam operasi pencarian dipimpin Kasi Ops Korem 102/Pjg, Kolonel inf Abdul Jamal Husin. Selain itu, operasi pencarian ini melibatkan penyelam Tim SAR Penyelam TNI KOPPEBA yang dipimpin oleh Kolonel Laut (S) Suwandi.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, mengatakan keberhasilan ini tidak terlepas dari usaha dan kerja keras di gabungan, meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

"Meskipun arus laut cukup kuat, kondisi air keruh, berlumpur, dan jarak pandang yang sangat terbatas, tim tetap pantang menyerah dan bekerja dengan penuh kehati-hatian demi menemukan perangkat penting tersebut," kata Zainul dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).

Zainul mengapresiasi seluruh personel dan pihak terkait atas kerja sama serta dedikasi yang diberikan selama proses pencarian hingga perangkat penting tersebut berhasil ditemukan. Cockpit Voice recorder tersebut kemudian diserahkan ke tim investigas untuk proses penyelidikan.

"Cockpit Voice recorder yang berhasil ditemukan selanjutnya diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD) mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan keterangan TNI AD, helikopter tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang. Helikopter menjalankan misi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB ketika helikopter melakukan pengambilan air laut untuk keperluan water bombing. Dalam kecelakaan ini tiga anggota TNI dinyatakan gugur.