Liputan6.com, Jakarta - Penyebab jatuhnya helikopter MI-17V5 saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, masih belum diketahui.
Tim investigasi TNI AD kini berupaya mengambil black box atau kotak hitam yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Data dari kedua perangkat tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap kronologi serta faktor penyebab kecelakaan yang menewaskan tiga prajurit TNI AD.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, tim investigasi masih mengumpulkan fakta dan bukti di lokasi kejadian sehingga belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan.
“Tim juga tengah mengupayakan pengambilan black box, yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), yang diharapkan dapat memberikan data penting terkait kondisi penerbangan dan komunikasi di dalam kokpit sebelum terjadinya kecelakaan,” kata Donny dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Donny menegaskan, hasil investigasi belum dapat disampaikan karena proses pemeriksaan masih berlangsung. Dia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kecelakaan tersebut.
“Kami meminta semua pihak untuk bersabar dan memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara profesional, objektif dan berdasarkan fakta serta bukti yang ditemukan di lapangan,” ujarnya.
Helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 tersebut mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Awal Mula Insiden Jatuhnya Helikopter
Sebelum insiden terjadi, helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang pada pukul 09.55 WIB.
Kecelakaan dilaporkan terjadi ketika helikopter melakukan pengambilan air laut untuk operasi pemadaman menggunakan metode water bombing.
Dugaan awal, peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas pemadaman karhutla. Namun, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan.
Tiga prajurit TNI AD gugur dalam kecelakaan tersebut, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anumerta) Heri.
Sementara itu, lima orang lainnya selamat dan menjalani perawatan di RS Kuala Pembuang.