Ekonomi

Ueno Bank Paraguay Kolaps, Jutaan Nasabah dan Dana Pemerintah Jadi Taruhan

Ueno Bank Paraguay Kolaps, Jutaan Nasabah dan Dana Pemerintah Jadi Taruhan

Liputan6.com, Jakarta - Keruntuhan memicu krisis keuangan yang berdampak pada jutaan nasabah. Bank yang sebelumnya berkembang pesat itu kini berada dalam penguasaan regulator setelah ditemukan persoalan serius dalam pengelolaan kredit dan permodalannya.

Dikutip dari AP News, Jumat (6/11/2026), Bank sentral Paraguay mengambil alih Ueno Bank pada Selasa setelah pemeriksaan menemukan sejumlah pinjaman bermasalah kepada perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemilik bank.

Kondisi semakin memburuk setelah koreksi laporan keuangan menunjukkan modal Ueno menyusut hingga kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan regulator.

Akibatnya, layanan aplikasi, kartu pembayaran, dan transfer bank mendadak berhenti. Kantor cabang juga ditutup, membuat nasabah tidak dapat mengakses simpanan mereka.

Kepanikan meluas ketika masyarakat berbondong-bondong membuka rekening di bank lain. Lonjakan aktivitas tersebut bahkan sempat mengganggu aplikasi perbankan digital sejumlah bank.

Persoalan semakin serius karena Ueno Bank tidak hanya menampung dana masyarakat, tetapi juga uang pemerintah yang nilainya mencapai ratusan juta dolar AS.

US$ 800 Juta Dana Publik Tersimpan di Ueno Bank

Sebelum diambil alih regulator, Ueno Bank melaporkan memiliki sekitar US$ 800 juta simpanan dana publik. Jumlah tersebut setara dengan seperempat dari total simpanan yang dikelola bank.

Dana itu berasal dari sejumlah lembaga pemerintah, termasuk dana pensiun negara, dana kesehatan, serta perusahaan pengelola pembangkit listrik tenaga air terbesar di Paraguay.

Besarnya penempatan dana publik membuat keruntuhan Ueno tidak hanya menjadi persoalan nasabah individu, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai pengelolaan keuangan negara.

Jaksa Agung Paraguay Emiliano Rolon Fernandez memerintahkan tiga penyelidikan pidana terkait krisis tersebut. Pemeriksaan mencakup pengawasan bank, penanganan kegagalan usaha, dan penempatan dana pemerintah.

Presiden Paraguay Santiago Pena turut menjadi subjek penyelidikan. Ia sebelumnya memiliki kepemilikan saham di perusahaan yang berkaitan dengan Ueno.

Peea menyatakan akan bekerja sama dengan penyidik.

"Apa pun hasil dari proses ini, saya akan bertindak dengan penuh tanggung jawab dan menghormati Konstitusi," ujar Pena melalui platform X.

Pemerintah Siapkan Pengembalian Dana Nasabah

Pemerintah Paraguay berupaya meredam kepanikan masyarakat dengan mempercepat mekanisme pengembalian simpanan nasabah.

Melalui undang-undang yang disahkan Kongres, dana penjaminan negara diwajibkan membayar simpanan nasabah terdampak dalam waktu lima hari kerja.

Pembayaran dimulai dari rekening kecil dengan saldo hingga sekitar US$ 1.600. Sementara itu, batas maksimal penjaminan simpanan mencapai sekitar US$ 36.000 per nasabah.

Bank sentral memperkirakan sekitar 97 persen nasabah Ueno memiliki saldo yang seluruhnya tercakup dalam perlindungan tersebut.

Regulator juga memulai proses pemindahan simpanan dan aset yang masih dapat dipulihkan ke bank lain sebelum melikuidasi sisa aset Ueno.

Meski demikian, persoalan belum sepenuhnya selesai. Nasabah masih menghadapi ketidakpastian mengenai akses terhadap dana mereka, sementara penyelidikan terhadap manajemen bank dan pejabat pemerintah terus berjalan.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana kegagalan sebuah bank digital dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih luas ketika simpanan masyarakat dan dana publik berada dalam satu lembaga keuangan yang mengalami krisis.